SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Temuan Satpol PP Surabaya tentang dugaan penyekapan calon asisten rumah tangga (ART) di kawasan Jalan Kedung Anyar, Kelurahan Sawahan, ditanggapi pihak Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya.
Sebelumnya beredar pemberitaan tentang temuan dari patroli rutin yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Kota Surabaya pada Sabtu (24/10) lalu di kawasan Kedung Anyar.
Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Surabaya Mudita Dhira Widaksa menjelaskan bahwa petugas lapangan sempat dihentikan oleh dua orang warga luar kota yang meminta pertolongan.
“Awalnya anggota mengira dua warga luar kota ini hanya kehabisan bekal. Namun setelah kita amankan di mako dan dilakukan pendalaman, mereka mengaku sebagai calon ART dari luar Kota Surabaya dan menginformasikan bahwa mereka disekap di lokasi penyalur di Jalan Kedung Anyar,” terang Mudita, Minggu (25/10) lalu.
Dugaan penyekapan terhadap ART ini membuat Satpol PP bersama Polsek Sawahan mengecek lokasi kejadian di hari yang sama. “Secara keseluruhan, terdapat 10 orang calon ART (seluruhnya berasal dari luar kota Surabaya). Untuk dua orang ditemukan saat kabur dan delapan orang berhasil diamankan dari lokasi tersebut,” terang Mudita.
Temuan itu lantas diserahkan kepada pihak Satres PPA-PPO Polrestasta Surabaya, guna didalami apakah ada unsur potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan, dari temuan itu ternyata tidak ditemukan aksi penyekapan di lokasi Jalan Kedung Anyar, dan belum ditemukan ada pidananya,” ujarnya Rabu (28/10).
“Kami sudah turun ke lokasi dan kami menemukan bahwa tempat itu digunakan untuk menampung para calon ART. Hingga saat ini belum ada laporan yang merasa jadi korban,” tambah Melatisari.
“Jadi dasar kita melangkah lebih dalam bermula laporan polisi dari korban. Namun sejauh ini dari delapan ART yang ditemukan Satpol PP tidak satu pun melapor ke SPKT Polrestabes Surabaya,” tutup Melatisari.(*)


