Oleh: Gatot Sundoro
SURABAYAONLINE.CO – ALLOH SWT sering menjadikan binatang kecil seperti: Nyamuk, Lalat, Laba laba, hingga Semut, sebagai perumpamaan dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan tanda tanda kebesaran-NYA.
Dalam Al Qur’an, surat Al Baqarah ayat 26, ALLOH SWT menegaskan bahwa DIA tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau lebih kecil dari itu untuk menguji keimanan hamba-NYA.
Bagi orang beriman, hal itu merupakan kebenaran, sementara bagi orang kafir sering kali meremehkan dan mempertanyakannya.
Dalam surat Al-Hajj, ayat 73; ALLOH SWT menantang sembahan selain ALLOH yang tidak akan mampu menciptakan seekor lalat; meskipun manusia dan jin bersatu untuk menciptakannya; bahkan jika lalat itu mendapatkan sesuatu dari mereka, mereka tidak bisa merebutnya kembali.
Ada juga binatang kecil sebagai nama surat dalam Al-Qur’an, seperti An-Naml (semut), Al Ankabut (laba laba) dan An Nahl (lebah) yang mencerminkan karakter serta pelajaran hidup bagi manusia. Dan juga dimaksudkan agar manusia yang beriman dapat berpikir dan merenung secara mendalam, menggunakan akal dan hatinya untuk mengenali tanda tanda kebesaran, kekuasaan serta keesaan ALLOH SWT (bertafakur).
Kalaulah kita mau berpikir dan merenung, maka pelajaran berharga dalam kehidupan manusia sehari-hari, disimbulkan oleh ALLOH SWT dalam binatang binatang kecil ciptaan-NYA:
– Semut : Simbul Tekun sekaligus tamak.
Semut merupakan makhluk kecil yang tekun mengumpulkan makanan sedikit demi sedikit tanpa henti; Bahkan, mereka dapat menyimpan makanan dalam waktu lama, meskipun usia semut tidak selama usia makanan hasil penyimpanannya.
Ketamakan semut begitu besar, sehingga seringkali membawa sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya, meskipun barang yang dibawanya tidak selalu berguna baginya.
– Laba laba: Simbul lemah dan ilusi perlindungan.
Laba laba yang rumahnya indah dan rapi, namun rapuh seperti rapuhnya manusia manusia yang mencari perlindungan selain kepada ALLOH SWT. Hal ini menggambarkan betapa ilusi yang salah dan dapat menjerumuskan manusia kedalam jurang kehancuran.
Selain itu Laba laba dikenal sebagai makhluk yang memangsa sesamanya. Laba laba betina sering memangsa jantannya, dan anak Laba laba pun bersaing, saling memusnahkan.
Seperti sifat manusia yang egois dan saling menjatuhkan demi kepentingan pribadi.
Rumah tangga yang dibangun dengan dasar yang rapuh, mudah runtuh, seperti Laba laba yang tidak mampu memberikan perlindungan yang sejati.
– Lebah : Simbul produktif dan manfaat.
Lebah menjadi contoh ideal bagi manusia yang tipe pekerja keras, produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan, terorganisir serta hanya menghasilkan yang terbaik.
Semut, Laba laba dan Lebah adalah binatang kecil yang disebut dalam Al-Qur’an. Masing masing dengan karakteristik yang dapat dijadikan pelajaran bagi manusia yang mengerti.
Semut melambangkan ketekunan tetapi juga ketamakan.
Laba laba menunjukkan keindahan namun lemah, dan ilusi perlindungan yang menghancurkan serta egois.
Sementara Lebah adalah contoh ideal bagi manusia yang ingin hidup produktif, bermanfaat dan terorganisir. Meneladani Lebah adalah pilihan terbaik untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna, bermanfaat bagi diri sendiri dan juga untuk orang lain.
Abu Ja’far Ar Razi meriwayatkan bahwa Rabi bin Anas berkata,” Nyamuk ini diumpamakan kehidupan dunia. Jika kelaparan, nyamuk akan hidup; namun bila kenyang dan badannya menggelembung, nyamuk akan mati. Begitu juga manusia yang ada di dunia, jika mereka tenggelam dalam kehidupan dunia, ALLOH SWT akan segera menghentikan mereka.”
Ayat ayat yang ALLOH SWT umpamakan dengan binatang binatang kecil ini, diperuntukkan bagi kaum kafir, musyrikin dan munafikun; mereka lah yang mengingkari ajaran ajaran samawi.


