SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Tiga juru parkir (jukir) yang diduga liar melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap pengendara mobil di depan mini market Lawson, Jalan Dharmahusada, Surabaya, Senin (7/9). Ada tiga jukir yang diduga mengeroyok Immanuel (23) dan Marvell (22).

Insiden ini terjadi karena sang jukir tak diberi uang, setelah kedua korban keluar dari minimarket sekitar pukul 10.00 WIB. “Sewaktu mau putar balik, dia (jukir) itu lari-lari mau minta uang. Tapi saya tahu dia jukir liar karena di minimarket itu jelas-jelas tertera tulisan parkir gratis,” katanya, Selasa (8/9).

Jukir itu juga tidak mengenakan rompi maupun memiliki karcis parkir. Awalnya, ia tak mempedulikan jukir itu. Namun, tiba-tiba sang jukir mengumpat dengan mengacungkan jari tengah kepada Immanuel. Bahkan  wajah korban juga diludahi oleh pelaku.

“Saya akhirnya buka kaca, saya tanya ‘maksudmu apa?’. Akhirnya adu mulut, terus tiba-tiba dia nahan pintu jendela mobil saya, terus saya diludahi kena mukaku. Tapi, karena saya mau jemput teman, akhirnya saya tinggal lah,” aku Immanuel.

Kemudian, Immanuel kembali ke minimarket tersebut sekitar pukul 14.00 WIB untuk menyelesaikan perkara itu dengan jukir itu. Ia juga membawa seorang teman, Marvel (22), yang berniat membantu mediasi kedua pihak dengan kepala dingin. Namun malah berakhir korban dan teman dikeroyok.

Immanuel mendapatkan pukulan di bagian kepala, wajah, dan kaki. Pertengkaran pun terjadi. Tidak lama kemudian, warga sekitar ikut meleraikan kedua pihak. Atas kejadian kekerasan itu, korban kemudian melaporkan ke Polrestabes Surabaya. Laporan pengeroyokan ditangani oleh Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Penanganan dilakukan dan mengamankan tiga jukir.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP I Made Sutanaya mengatakan, ada tiga orang jukir yang diamankan karena melakukan tindak pidana pengeroyokan. Namun, Made belum mengungkap identitas para pelaku.

“Benar, sudah diamankan. Ada tiga orang. Ketiganya kami amankan terkait pengeroyokan. Datanya sudah saya kirim ke Humas,” katanya melalui via WhatsApp, Selasa, (8/9).

Sementara itu, Nadin, kepala toko Lawson membenarkan adanya pengeroyokan oleh jukir. “Jadi yang kemarin itu adalah bukan tukang parkir resmi. Jukir yang biasanya sedang libur. Jadi jukir yang ditunjuk oleh Dishub Surabaya untuk menjaga toko sini Pak Erik dan Nurul,”  ujarnya , Selasa (8/9).

Erik yang kebetulan libur digantikan oleh orang lain atau teman Erik. “Ngakunya jukir yang jaga waktu itu bahwa dirinya menggantikan Erik. Sebenarnya sudah saya imbau jangan memaksa kepada para pelanggan dalam meminta uang parkir, tapi kemarin memaksa,” tambah Nadin.

Nadin juga merasa aneh dengan jukir yang berjaga di halaman parkir tokonya. Pasalnya, di tempat parkir tersebut kerap terjadi kehilangan motor milik pengunjung. “Jadi kalau ada penjaga parkir, motor aman. Tapi bila penjaga parkir keluar sebentar untuk ke warung atau kemana gitu, pasti ada motor yang hilang. Pernah dalam sebulan terjadi kehilangan motor hingga empat kali,” tegas Nadin.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version