SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Maruli Simanjuntak menargetkan pembangunan sebanyak 5.000 jembatan perintis di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses penghubung.

Hal itu disampaikan Kasad Jendral TNI Maruli Simanjuntak saat melakukan kunjungan kerja di Surabaya. Dalam kunjungan tersebut, Maruli turut meninjau pembangunan Jembatan Garuda, sebagai salah satu bentuk karya bakti TNI AD untuk masyarakat.

Maruli menjelaskan, gagasan pembangunan jembatan perintis bermula dari pengalamannya ketika menangani kondisi di Aceh. Saat itu, keterbatasan jembatan membuat distribusi logistik harus menempuh jarak lebih jauh.

“Awalnya dulu waktu kejadian di Aceh. Kalau jembatan tidak ada, anggota saya harus mengirim logistik sampai berputar 5 kilometer, 6 kilometer untuk mendistribusikannya,” kata Maruli usai meninjau Jembatan Garuda di Kelurahan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, Surabaya. Rabu (2/9).

Menurutnya, pembangunan jembatan kemudian dinilai sangat efektif dalam membantu mobilitas masyarakat. Terlebih, Presiden melihat masih banyak anak sekolah yang harus menyeberangi sungai atau menggunakan jembatan dalam kondisi rusak untuk menuju sekolah.

Atas kondisi tersebut, Presiden kemudian memberikan perintah agar TNI turut membantu pembangunan jembatan di sejumlah wilayah. “Yang kita kerjakan sekarang ini adalah jembatan-jembatan yang sederhana. Jadi tidak akan mengganggu yang lain-lain,” jelasnya.

Maruli menegaskan, jembatan yang dibangun TNI merupakan jembatan perintis dengan konstruksi sederhana. Pembangunan tersebut diharapkan menjadi solusi sementara bagi daerah yang belum memiliki kemampuan anggaran untuk membangun jembatan permanen. “Yang kita buat ini sangat-sangat simpel,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maruli mengatakan, program pembangunan jembatan tersebut terus dikebut untuk memenuhi target yang telah ditetapkan presiden. Dari target 5.000 titik pada tahun ini, saat ini sebanyak 3.013 titik telah dikerjakan dan sekitar 2.600 hingga 2.700 jembatan di antaranya sudah selesai.

“Saya sudah dapat perintah dari presiden untuk menarget 5.000 titik di tahun ini. Sekarang kita sudah mengerjakan 3.013, sudah selesai sekitar 2.600, sampai 2.700,” jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan jembatan di berbagai daerah sebenarnya masih jauh lebih banyak. Berdasarkan data yang diterima, terdapat sekitar 6.000 titik yang membutuhkan pembangunan atau perbaikan. Namun, sebagian di antaranya sudah ditangani pemerintah maupun pihak lainnya.

Maruli menduga masih banyak kebutuhan jembatan di daerah yang belum masuk dalam pendataan. “Di data itu saya kira bisa sampai 7.000-an. Saya mendapatkan data 6.000, banyak yang sudah diperbaiki, banyak yang juga ternyata sudah dibangun. Tapi ternyata banyak juga yang belum terdata,” tuturnya.

Untuk menentukan lokasi pembangunan, TNI AD melalui para dandim berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah, termasuk bupati, wali kota maupun dinas pekerjaan umum. “Jadi dandim itu berhubungan langsung dengan para bupati, dengan PU, berkomunikasi. Makanya peresmiannya diajak,” katanya.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version