SURABAYAONLINE.CO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menerjunkan tim khusus untuk menyelidiki kasus keracunan yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, setelah sejumlah santri menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa keracunan tersebut terjadi sejak Selasa dan tercatat 516 mengalami keracunan. Para korban kini mendapat penanganan di delapan rumah sakit di Sidoarjo dengan kondisi yang beragam. Dari total tersebut, 320 pasien telah diperbolehkan pulang, 65 masih menjalani rawat inap.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah korban terbanyak, yakni 334 santri. Sebanyak 239 pasien telah dipulangkan, 92 masih diobservasi, dan tiga lainnya menjalani rawat inap. RS Siti Hajar menangani 74 pasien dan RSU Aisyiyah Siti Fatimah merawat 47 pasien. Korban lainnya tersebar di RS Delta Surya sebanyak 20 pasien, RS Pusura 13 pasien, RS Pusdik Bhayangkara Porong delapan pasien, RS Arafah Anwar Medika tiga pasien, dan RS Anwar Medika satu pasien.BBPOM Surabaya menyatakan prihatin atas kejadian tersebut dan memastikan proses penanganan serta investigasi telah dilakukan di lokasi.

Kepala BBPOM Surabaya, Yudi Noviandi, M.Sc.Tech., Apt., mengatakan pihaknya telah mengirimkan tim ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan menggali informasi secara mendalam terkait insiden tersebut.

“Saat ini tim dari Balai Besar POM Surabaya sedang turun ke TKP. Kita akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo untuk menggali informasi lebih lengkap,” ujar Yudi saat memberikan keterangan, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti keracunan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program MBG.

Dalam proses investigasi, BBPOM Surabaya akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan sejumlah instansi terkait di Kabupaten Sidoarjo. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh informasi dan bukti yang diperlukan dapat dihimpun secara komprehensif.

BBPOM Surabaya juga akan melakukan evaluasi berdasarkan hasil investigasi. Evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan untuk meningkatkan pengawasan dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

“Tujuannya adalah kita ingin memastikan bahwa kejadian serupa ini nanti ke depan sudah tidak terjadi lagi,” tegas Yudi.

Reporter: A. Arif

Editor: Moch. Ali Topan

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version