Surabayaonline.com, – SAMPANG – Di balik megahnya angka 90,1 persen capaian Program Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Sampang per Agustus 2026, tersimpan cerita dua wajah yang saling bertolak belakang.

Di satu sisi, kader KB di Kecamatan Jrengik dan Torjun boleh tersenyum puas. Perolehan di dua wilayah ini melesat melampaui batas target, masing-masing menyentuh 110,8 persen (4.486 akseptor) dan 105,7 persen (4.876 akseptor). Pengintegrasian terpadu Balai Penyuluhan KB, Puskesmas, hingga Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di sana terbukti manjur menggerakkan kesadaran warga.

Namun, menengok ke Kecamatan Kedungdung, kondisinya justru memprihatinkan. Wilayah ini tertinggal jauh di angka 64,7 persen (4.773 akseptor). Selisih persentase hingga 46,1 persen dengan Jrengik menjadi sinyal kuat adanya masalah mendasar: apakah hambatan itu lahir dari kurangnya edukasi, persoalan akses medis, atau lemahnya manajerial di tingkat bawah?

Kepala Bidang Dalduk dan KB Dinkes Sampang, Zahruddin, menegaskan bahwa esensi program ini bukan sekadar mengejar angka partisipasi di atas kertas.

“Tujuan utama program KB adalah membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera melalui pengaturan jumlah serta jarak kehamilan yang ideal,” jelas Zahruddin.

Ia menaruh optimisme tinggi bahwa 14 kecamatan di Sampang bakal menuntaskan target 100 persen sebelum penutupan tahun 2026 melalui pembinaan intensif dan evaluasi rutin tenaga kesehatan (nakes).

Meski demikian, angka rata-rata kabupaten sebesar 99.793 akseptor tidak boleh menutupi ketimpangan yang ada. Tanpa langkah pembenahan yang konkret di wilayah terbawah seperti Kedungdung dan Omben (83,1%), impian mewujudkan keluarga sejahtera yang merata bagi seluruh warga Sampang masih menyisakan tantangan besar.

Gambaran kinerja 14 kecamatan di Kabupaten Sampang terbagi ke dalam lima tingkatan capaian. Posisi puncak diisi oleh Jrengik (110,8%) dan Torjun (105,7%) yang berhasil melampaui target, disusul oleh Karangpenang (96,0%) dan Sampang (94,4%) dalam kategori Sangat Baik.

Sebanyak lima kecamatan masuk dalam kategori Baik dengan kisaran perolehan 90,9% hingga 92,9%, meliputi Sreseh, Pangarengan, Ketapang, Sokobanah, dan Robatal. Di sisi lain, Tambelangan, Banyuates, dan Camplong memerlukan Evaluasi Sedang pada rentang 86,3%–89,4%. Kinerja terendah ditempati oleh Omben (83,1%) yang membutuhkan Akselerasi, serta Kedungdung (64,7%) yang menjadi satu-satunya wilayah berstatus Rapor Merah dan memerlukan intervensi khusus.(Yat/F-R)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version