SURABAYAONLINE.CO – Sebanyak 76 UMKM Kota Malang berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini menargetkan tambahan 5 hingga 10 UMKM baru mampu memasuki pasar internasional sepanjang tahun 2026 melalui program pendampingan dan kurasi.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti daya saing produk UMKM Kota Malang di pasar global terus meningkat.
“Total sampai sekarang sudah ada 76 UMKM yang ekspor. Terakhir kemarin produk UMKM Sambal Mamani baru saja melakukan ekspor ke Malaysia,” ujar Eko, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, produk yang berhasil menembus pasar luar negeri berasal dari berbagai sektor, mulai dari kerajinan (kriya), makanan olahan, hingga produk konveksi. Negara tujuan ekspor pun semakin beragam, mencakup kawasan Timur Tengah, Selandia Baru (New Zealand), dan sejumlah negara lainnya.
“Kalau tujuan ekspor, ada ke Timur Tengah untuk produk keripik, kemudian ke New Zealand juga produk keripik. Sebenarnya masih banyak negara tujuan lainnya,” katanya.
Eko mengungkapkan, pada tahun 2026 pihaknya optimistis akan ada tambahan 5 sampai 10 UMKM Kota Malang yang berhasil melakukan ekspor. Saat ini para pelaku usaha tersebut masih menjalani proses kurasi untuk memastikan kesiapan produk memasuki pasar internasional.
“Tahun ini kami proyeksikan ada sekitar 5 sampai 10 UMKM lagi yang bisa ekspor. Sekarang masih dalam tahap kurasi. Mayoritas berasal dari sektor kerajinan dan makanan olahan,” jelasnya.
Ia menegaskan, proses ekspor memerlukan sejumlah persyaratan, mulai dari legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga kelengkapan dokumen administrasi. Selain itu, kualitas produk dan kemasan menjadi faktor utama agar mampu memenuhi standar pasar global.
“Produknya harus bagus, packaging-nya harus memenuhi standar, kemudian perizinannya juga harus lengkap. Semua itu menjadi syarat agar produk bisa diterima di pasar ekspor,” ujarnya.
Eko menilai perkembangan ekspor UMKM Kota Malang pada 2026 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Meningkatnya aktivitas ekonomi dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan sektor UMKM.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi mulai terlihat naik dan salah satu pendorongnya adalah UMKM,” katanya.
Selain memperluas akses pasar internasional, aktivitas ekspor UMKM juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Nilai perputaran ekonomi dari kegiatan ekspor tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar per tahun, sekaligus mendorong peningkatan kebutuhan tenaga kerja seiring bertambahnya kapasitas produksi pelaku usaha.
Untuk mempercepat lahirnya UMKM berorientasi ekspor, Pemkot Malang terus memperkuat berbagai program pendampingan. Upaya tersebut meliputi fasilitasi perizinan, mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli (buyer), hingga menjalin koordinasi dengan instansi terkait seperti Bea Cukai.
“Kami memberikan kemudahan perizinan, membantu komunikasi dengan buyer dan pihak-pihak terkait, termasuk Bea Cukai. Harapannya semakin banyak UMKM Kota Malang yang siap bersaing di pasar internasional,” pungkas Eko.


