SURABAYAONLINE.CO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pelaku UMKM Jawa Timur untuk memperluas akses pasar internasional dengan memanfaatkan jejaring diaspora Indonesia dan tingginya potensi pasar halal global. Langkah tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan ekspor produk unggulan Jawa Timur sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tingkat internasional.

Komitmen itu disampaikan Khofifah saat mengunjungi Indo Market di kawasan Causeway Bay, Hong Kong, Kamis (23/7/2026), dalam rangkaian Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hong Kong.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Manager Financial and Professional Services Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), Mr. Chasel Lam, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati.

Indo Market merupakan salah satu jaringan ritel produk Asia Tenggara terbesar di Hong Kong yang memiliki hampir 20 gerai. Beragam produk makanan, minuman, bumbu masak hingga kebutuhan sehari-hari asal Indonesia dipasarkan di jaringan supermarket tersebut.

Menurut Khofifah, keberadaan Indo Market menjadi pintu masuk strategis bagi produk-produk unggulan Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, untuk menembus pasar Hong Kong sekaligus memperluas penetrasi ke pasar internasional.

“Indo Market ini bukan sekadar toko ritel biasa, melainkan etalase utama yang menjembatani produk-produk unggulan Indonesia agar bisa dikenal dan bersaing secara global di pasar internasional,” ujar Khofifah.

Ia menilai produk-produk Indonesia yang telah mengisi rak supermarket di luar negeri membuktikan kualitas produk nasional mampu memenuhi standar pasar internasional.

Saat meninjau sejumlah gerai, Khofifah menemukan berbagai produk yang sudah dikenal masyarakat Indonesia, mulai dari makanan ringan, minuman, bumbu masak, sambal pecel hingga aneka produk olahan lainnya.

“Banyak sekali produk yang kita sudah familiar di Indonesia ternyata dijual di sini. Ini menjadi bukti bahwa produk-produk kita tidak kalah bersaing dengan produk mancanegara. Semoga menjadi penyemangat bagi UMKM untuk semakin percaya diri menembus pasar global,” katanya.

Selain menjadi sarana pemasaran produk, Khofifah menilai Indo Market juga berperan sebagai media diplomasi budaya Indonesia melalui kuliner. Menurutnya, makanan menjadi salah satu cara paling efektif untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

“Kita sepakat bahwa kuliner selalu berhasil menjadi sarana diplomasi budaya yang paling efektif di mana pun,” ujarnya.

Keberadaan Indo Market juga dinilai penting bagi warga negara Indonesia di Hong Kong, khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa, maupun diaspora, karena menyediakan berbagai produk khas Nusantara yang mengobati kerinduan terhadap cita rasa tanah air.

Khofifah mengajak diaspora Indonesia, khususnya asal Jawa Timur yang tinggal di Hong Kong, untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha dan pemasok dari Jawa Timur. Menurutnya, sinergi antara diaspora, UMKM, dunia usaha, dan pemerintah akan menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan ekspor produk unggulan Jawa Timur.

“Kami mengajak seluruh pelaku UMKM, khususnya Jawa Timur, agar meningkatkan jejaring sekaligus standar kualitas produk guna memanfaatkan kesempatan emas ini untuk semakin mendunia. Bersama kita wujudkan Indonesia dan Jawa Timur tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai pelaku utama pasar halal dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Manager Financial and Professional Services Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), Mr. Chasel Lam, menyambut positif kunjungan Gubernur Jawa Timur bersama delegasi bisnis Pemprov Jatim.

Menurutnya, kehadiran Indo Market tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat Indonesia di Hong Kong, tetapi juga memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat setempat.

“Indo Market menyajikan begitu banyak ragam makanan, jajanan tradisional, hingga minuman lokal asli Indonesia yang autentik,” ujarnya.

Ia menegaskan Hong Kong terbuka terhadap berbagai peluang perdagangan dan investasi dari Indonesia, termasuk pemasaran produk-produk unggulan daerah.

“Kami sangat menyambut baik jika ada pihak dari Indonesia yang datang ke Hong Kong untuk menjual sekaligus mempromosikan produk maupun budayanya kepada masyarakat kami,” katanya.

Chasel berharap kunjungan delegasi Jawa Timur mampu membuka peluang kerja sama perdagangan, investasi, serta kemitraan bisnis yang lebih luas antara Hong Kong dan Jawa Timur.

“Terima kasih atas kunjungan Gubernur Jawa Timur beserta delegasi bisnis Pemprov Jatim untuk membuka pintu kerja sama dan kesempatan investasi yang lebih luas antara Jawa Timur dan Hong Kong,” pungkasnya.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version