SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, terus mendorong kemandirian ekonomi pemuda sebagai salah satu strategi memperkuat perekonomian daerah sekaligus membantu menurunkan angka kemiskinan.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Tahun 2026 yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan membangun keberanian memulai usaha.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, berbagai persoalan pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), diperlukan untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

“Di Kabupaten Bojonegoro banyak persoalan yang harus kita selesaikan bersama. Tentu ini menjadi semangat kita semua untuk bisa mandiri dan UMKM naik kelas, jadi target menurunkan kemiskinan bisa tercapai,” jelas Nurul.

Menurut dia, pemuda memiliki peran penting dalam menciptakan aktivitas ekonomi baru. Kemandirian ekonomi generasi muda diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan di lingkungan sekitarnya.

Karena itu, penguatan kapasitas pemuda menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemuda didorong tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi melalui usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang, mengatakan peserta bootcamp diberikan motivasi agar tidak ragu memulai usaha, termasuk dari skala kecil.

Menurutnya, setiap individu memiliki kelebihan dan potensi berbeda yang dapat dikembangkan menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi.

“Semua orang berawal dari nol. Tapi kalau kita pintar itu berkah, tapi tidak semua dari kita itu pintar. Jika tidak pintar, kita harus meraih keuntungan. Akademik dan nonakademik harus kita asah. Dan mulai dari hal-hal kecil yang kita kuasai,” pesannya.

Arief menekankan, keberhasilan dalam membangun usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Kreativitas, keterampilan, keberanian melihat dan mengambil peluang, kemampuan berkomunikasi, serta kemauan untuk terus belajar juga menjadi modal penting bagi generasi muda.

Karena itu, pemuda perlu mengenali kemampuan yang dimiliki dan mengembangkannya menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda 2026, Dinpora Bojonegoro juga mendorong peserta agar tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk.

Para peserta diharapkan memahami berbagai aspek yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha, mulai dari strategi pemasaran, membangun jejaring usaha, mengurus legalitas, hingga membaca peluang ekonomi yang ada di lingkungan sekitar.

Penguatan kemampuan tersebut dinilai penting agar usaha yang dirintis pemuda dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing.

Pemkab Bojonegoro berharap program tersebut dapat melahirkan lebih banyak generasi muda produktif yang memiliki usaha mandiri. Semakin banyak pemuda yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi dan mengembangkan UMKM, semakin besar pula kontribusinya terhadap pembangunan daerah.

Reporter: A. Arif

Editor: Moch. Ali Topan

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version