SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif melalui gelaran Lomba Fashion Show Busana Muslim Modern Motif Khas Bondowoso 2026 yang berlangsung di depan Pendopo Raden Bagus Assra, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta tersebut menjadi ajang promosi batik khas Bondowoso sekaligus wadah pengembangan industri fesyen muslim berbasis kearifan lokal. Acara dibuka langsung oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dengan penabuhan genderang sebagai tanda dimulainya perlombaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Bondowoso Fathur Rozi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso, kepala perangkat daerah, kepala bagian Setda, serta para camat se-Kabupaten Bondowoso.

Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa perpaduan busana muslim modern dengan motif khas Bondowoso merupakan wujud nyata sinergi antara nilai-nilai religius dan pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Bondowoso.

Menurutnya, pengembangan fesyen muslim berbasis batik daerah tidak hanya berfungsi menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing produk UMKM lokal.

“Melalui perpaduan busana muslim dan batik khas Bondowoso, kita menunjukkan bahwa identitas religius dan budaya lokal dapat berjalan selaras serta menjadi karakter masyarakat Bondowoso yang tangguh dan berakhlak,” ujar Abdul Hamid Wahid.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Fashion Show Busana Muslim Modern Motif Khas Bondowoso 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan kebudayaan yang berlandaskan nilai keimanan dan ketakwaan sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif.

Selain menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni dan desainer lokal, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk batik serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM Bondowoso.

Bupati yang akrab disapa Lora Hamid itu optimistis produk fesyen muslim bermotif khas Bondowoso memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar nasional bahkan internasional. Oleh karena itu, pengembangan dan hilirisasi produk UMKM terus didorong agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Pemkab Bondowoso juga menargetkan lahirnya desainer-desainer muda yang kreatif dan inovatif melalui berbagai kegiatan serupa. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem industri fesyen muslim yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di daerah.

“Pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif harus berjalan bersama. Dari sinilah lahir produk-produk unggulan yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Bupati Hamid turut mengapresiasi seluruh peserta, panitia, dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga serta mengembangkan warisan budaya daerah sebagai modal pembangunan yang berdaya saing.

Melalui gelaran Fashion Show Busana Muslim Modern Motif Khas Bondowoso 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap batik khas daerah semakin dikenal luas dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas budaya Bondowoso di tingkat nasional.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version