SURABAYAONLINE.CO – Sebuah balon udara ukuran raksasa berpenggerak panas api tiba-tiba jatuh di area perkebunan tebu milik seorang warga di Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Magetan, Jawa Timur, Minggu (31/05/2026).

Api yang melekat sebagai sumber tenaga pendorong balon, sempat membakar tanaman tebu yang mulai mengering. Beruntung sejumlah bocah setempat berhasil memadamkannya, sehingga api tidak membesar dan menjadikan petaka yang lebih membahayakan.

Sejumlah bocah usia sekolah dasar yang tampil heroik itu, melakukan upaya pemadaman lahan tebu dengan caranya sendiri. Memukul-mukul api dengan daun tebu, sementara yang lain berusaha mencari air menggunakan timba.

Dalam melakukan aksinya, para bocah itu sebenarnya mengaku merasa ketakutan juga. Pasalnya, posisi berkobarnya api berada pada titik yang lumayan dalam ke area perkebunan. Yang mana mereka takut terjebak api, dan mengancam keselamatannya.

Salah seorang bocah penyelamat kebakaran sekaligus pengevakuasi balon udara, Alfin, kepada koresponden menuturkan, awalnya dia bersama teman-temannya melihat balon udara melintas di udara.

Balon udara dengan ukuran panjang sekitar 10 meter tersebut, katanya, terbang rendah dan masih terdapat nyala api pada tungkunya sebagai tenaga pendorong balon. Balon terbuat dari bahan dominan plastik transparan, dengan lingkar kayu bambu pada mulut bawah sebagai rongga panas apinya.

“Pertama-tama saya dan kawa-kawan saya melihat balon itu terbang rendah. Lama-lama jatuh di lahan tebu, dan masih ada apinya. Apinya membakar lahan tebu. Lalu saya dan teman-teman memadamkannya pakai air karena takut kemana-mana. Saya juga takut kalau terbakar di dalam lahan itu,” tutur Alfin.

Menurut Alfin, balon udara itu diketahui bergerak di udara dari arah Selatan ke Utara dalam kecepatan lambat. Namun begitu, akunya, para bocah tidak mengetahui siapa pemilik balon udara berpenggerak api yang membahayakan keselamatan masyarakat tersebut.

Warga desa setempat, Rizki, menyayangkan pihak yang menerbangkan balon udara tersebut. Menurutnya, barang tersebut bukan alat mainan sebagaimana harusnya, lantaran menggunakan bara api yang setiap saat bisa celaka masyarakat.

“Ini kan sudah mulai memasuki musim kemarau. Jadi mainan yang berbau api itu sangat riskan. Kalau sampai jatuh ke perumahan warga dan membakarnya bagaimana. Sebab itu tolonglah jangan mainan yang aneh-aneh,” imbaunya.

Saat ini balon udara tak bertuan tersebut diamankan warga desa setempat. Dijadikan tontonan sekaligus tuntunan bagi warga, untuk tidak menggunakan benda semacam itu sebagai alat bermain. (fin)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version