Oleh Gatot Sundoro 

SURABAYAONLINE.CO – Olahraga apapun yang wajar merupakan aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan dapat melancarkan metabolisme dan sirkulasi darah, sehingga tubuh menjadi lebih kuat dan upaya preventif terbaik untuk menekan berbagai macam penyakit seperti obesitas, diabetes ataupun masalah kardiovaskular dimasa depan.

Olahraga bukan hanya sekedar menjaga tubuh, melainkan untuk menjaga kebugaran secara menyeluruh.

Olahraga mendapatkan perhatian yang tinggi dalam Islam.

Dalam Al-Qur’an maupun hadits dianjurkan seorang mukmin untuk berolahraga.

Kebugaran tubuh akan sangat mendukung ibadah seorang muslim lebih optimal dalam menjalankan aktivitas dan ketaatan kepada ALLOH SWT.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Anfal ayat 60 tersirat perintah ALLOH SWT kepada umat Islam untuk selalu mempersiapkan segala bentuk kekuatan (fisik, mental, strategi) untuk mencegah ancaman maupun mempertahankan diri.

Rasulullah Saw pernah bersabda:” Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh ALLOH daripada Mukmin yang lemah…….” (HR. Mukmin)

Nabi Muhammad Saw menganjurkan agar umatnya selalu menjaga kebugaran fisik agar lebih kuat beribadah. Olah raga yang dianjurkan meliputi memanah, berkuda dan berenang. Selain itu Nabi Saw juga mencontohkan aktivitas seperti berjalan kaki dan bergulat untuk melatih ketangkasan serta kekuatan.

Di jaman now (modern) olah raga telah berevolusi dari aktivitas bertahan hidup dan ritual ritual kuno menjadi industri global yang didorong oleh sport science (ilmu pengetahuan dan teknologi).

Saat ini, perkembangan olah raga modern mencakup digitalisasi, komersialisasi masif dan kesetaraan; bahkan cabang cabang ilmu kedokteran, nutrisi, analisa biokimia dan bahkan analisis biomekanika serta teknologi perangkat pun ikut dilibatkan dalam olah raga. Dan globalisasi telah menjadikan olah raga sebagai industri hiburan yang bernilai miliaran.

Yang terbaik adalah niatkan olah raga sebagai ikhtiar menjaga amanah tubuh dan sarana ibadah agar fisik lebih kuat untuk aktifitas ibadah.

Ubahlah pola pikir dari ” beratnya proses” menjadi ” fokus pada rasa segar” setelah bergerak, dan jadikanlah aktivitas olah raga sebagai rutinitas harian yang membahagiakan.

Sekarang kembali ke kita, niat kita, apakah olah raga untuk kesenangan, bisnis ataukah mendukung agar ibadah lebih sehat dan berkualitas.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version