Oleh: Gatot Sundoro 

SURABAYAONLINE.CO – Dinamakan surat An-An’am, karena dalam surat ini dibahas berbagai hal tentang hukum hewan ternak dan budaya kaum musyrikin Quraisy yang menggunakan hewan ternak sebagai hewan persembahan kepada berhala mereka.

Selain membahas tentang hewan ternak, dalam surat An-An’am. Dalam surat ini juga ada kisah Nabi Ibrahim yang mencari TUHANNYA (ALLOH).

Ketika masih remaja, Ibrahim melakukan pencarian kebenaran. Dia keluar rumah menuju ke sebuah gunung, dipilih nya salah satu gua, disandarkan punggungnya sambil duduk termenung memperhatikan langit, melakukan pengamatan terhadap alam. Ibrahim muda berkeyakinan sesuatu yang disembah pastilah sesuatu yang istimewa dan mempunyai kemampuan yang tak tertandingi.

Kemudian ALLOH memperlihatkan tanda-tanda ke agungan-NYA, dengan memperlihatkan bintang, bulan dan matahari.

Saat malam tiba,

Ibrahim muda melihat sebuah bintang yang terang. Dia pun berkata:” Inilah TUHANKU.”

Saat, bintang itu mulai terbenam, dia berkata:” Aku tidak suka kepada yang terbenam.”

Ibrahim berkeyakinan bahwa yang terbenam/ tenggelam dan menghilang, tidak bisa dianggap sebagai TUHAN.

Kemudian saat Ibrahim melihat bulan terbit dengan sempurna, dia berkata kepada kaumnya:” Inilah TUHANKU.” Akan tetapi ketika bulan itu mulai terbenam dan menghilang, dia pun berkata:” Sungguh, jika TUHANKU tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.”

Kemudian, ketika Ibrahim melihat matahari terbit, dia berkata lagi kepada kaumnya:” Inilah TUHANKU, ini lebih besar.” Akan tetapi, ketika matahari terbenam dan menghilang. Ibrahim pun berkata:” Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari yang kamu persekutukan.”

Inilah alasan Nabi Ibrahim untuk mematahkan keyakinan kaumnya, bahwa semua yang mengalami perubahan itu tidak pantas dianggap sebagai TUHAN.

Petualangan Ibrahim mencari TUHANNYA diabadikan ALLOH SWT dalam Al-Qur’an surat An-Anam ayat 75-80.

Keyakinan Ibrahim sampai derajat ‘ainul yaqin’ saat dia mencincang empat burung yang diletakkan di empat bukit yang berbeda, kemudian saat dipanggil; burung itupun dihidupkan oleh ALLOH SWT dan datang kembali ke Ibrahim. (QS. Al Baqarah: 260)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version