SURABAYAONLINE.CO – Sekitar 100 rimbawan dari seluruh Jawa Timur mengikuti acara halalbihalal dan temu kangen di Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (8/4/2026). Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk sarasehan dengan tema optimalisasi pengelolaan Tahura R Soerjo.
Acara bertajuk “Rimbawan Se Jawa Timur Temu Kangen di Cangar” itu dihadiri para rimbawan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur beserta UPT, Perum Perhutani, serta keluarga besar rimbawan.
Selain itu, hadir pula sejumlah mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, yakni Susilo Sugiyono, Agus Syamsudin, Choiruddin Syakir, dan Gatot Subektiono.
Sarasehan dipandu Agus Syamsudin dengan menghadirkan Prof. Abdul Hamid, mantan Kepala UPT Tahura R Soerjo, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Prof. Abdul Hamid membawakan topik “Optimalisasi Pengelolaan Tahura R. Soerjo Sebagai Kawasan Pelestarian Alam dan Pemanfaatan Ekonomi Hijau Berbasis Konservasi”.
Ia menilai Tahura R Soerjo perlu dikelola tidak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai sumber ekonomi hijau yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Pemanfaatan wisata alam, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar harus berjalan seiring dengan upaya konservasi,” ujarnya.
Di akhir acara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, memberikan arahan kepada seluruh peserta. Ia meminta para rimbawan, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun, terus berkontribusi dalam menjaga hutan dan kawasan konservasi di Jawa Timur.
Menurut Jumadi, pengalaman para rimbawan senior masih sangat dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan kehutanan di masa mendatang.
Cangar dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu kawasan wisata alam yang dikelola UPT Tahura R Soerjo di bawah Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.
Kawasan yang berada sekitar 20 kilometer dari Kota Batu itu terkenal dengan pemandian air panas alami yang berasal dari kaki Gunung Welirang.
Air panas di Cangar memiliki suhu sekitar 35 hingga 45 derajat Celsius dan dikenal tidak berbau belerang. Lokasinya berada di ketinggian 1.600 hingga 3.000 meter di atas permukaan laut sehingga menawarkan udara sejuk khas pegunungan.
Selain kolam umum, di kawasan wisata Cangar juga tersedia kolam anak, kolam khusus perempuan, serta kolam privat atau VIP sebanyak tujuh kamar. Pengunjung juga dapat melihat goa peninggalan Jepang yang berada di area wisata.
Tarif masuk wisata Cangar pada hari Senin hingga Kamis sebesar Rp20 ribu per orang. Sementara pada Sabtu, Minggu, dan hari libur tarif tiket menjadi Rp25 ribu per orang. Adapun setiap Jumat kawasan wisata tersebut tutup.
Kegiatan halalbihalal di Cangar menjadi ajang silaturahmi sekaligus reuni bagi para rimbawan yang sebagian besar sudah lama tidak bertemu, terutama setelah memasuki masa pensiun.


