SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mitra driver ojek online (ojol) di RS Korpri Pura Raharja Surabaya, Jumat (22/5).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa program ini menyasar sekitar 1.000 driver ojol dari Gojek yang akan mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

“Alhamdulillah ini rencananya ada 1.000 orang driver ojol dari Gojek yang akan mendapatkan layanan kesehatan melalui cek kesehatan gratis (CKG). Ada beberapa item yang dilakukan untuk medical check-up. Saya rasa medical check-up ini makin rutin makin bagus,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, pemeriksaan meliputi berbagai indikator kesehatan dasar, seperti tekanan darah hingga kadar gula darah. Menurutnya, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan para pekerja lapangan seperti driver ojol. “Dicek dari mulai tekanan darahnya, tensinya berapa, kemudian juga dicek gula darahnya dan seterusnya,” imbuhnya.

Khofifah juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam penyelenggaraan program tersebut. Ia menyebut, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Gojek, Pemkot  Surabaya, dan Pemprov Jawa Timur.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih, ini partnership dari empat elemen. Satu dari Kementerian Kesehatan, dua dari Gojek, tiga dari Pemkot Surabaya, dan pemprov yang ketempatan,” katanya.

Ia menambahkan, layanan kesehatan gratis ini akan berlangsung hingga 25 Mei 2026 di RS Korpri Pura Raharja Surabaya, yang merupakan rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur.

Sementara itu, Direktur RS Korpri Pura Raharja Surabaya Makhyan Jibril Al-Farabi menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan 11 jenis pemeriksaan dalam program CKG tersebut. “Prinsipnya kami berkolaborasi dengan banyak stakeholder dan menjalankan program prioritas nasional. Kita melakukan 11 pemeriksaan, mulai dari PMI, cek gula darah, profil lipid, EKG, hingga yang terbaru adalah HPV DNA,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan HPV DNA menjadi perhatian khusus. Terutama bagi peserta perempuan, mengingat pentingnya deteksi dini kanker serviks.

“Khususnya kemarin yang paling banyak adalah ibu-ibu. Mereka termasuk kelompok yang rentan. Oleh karena itu, concern kita hari ini adalah skrining untuk kaum ibu dengan pemeriksaan HPV DNA,” ujarnya.

Menurutnya, layanan ini memberikan manfaat besar karena pemeriksaan HPV DNA biasanya memerlukan biaya cukup tinggi jika dilakukan secara mandiri. “Kalau di luar, pemeriksaan HPV DNA bisa sampai setengah juta lebih. Dengan program ini mereka bisa mendapatkan cek HPV DNA secara gratis,” tambahnya.

Program ini untuk sementara menyasar mitra driver Gojek, namun ke depan terbuka peluang bagi komunitas lain untuk berpartisipasi. “Sementara ini kita kolaborasi dengan Gojek. Tapi nanti kalau ada komunitas lain yang siap berkolaborasi, kita bisa bersinergi lagi,” jelasnya.

Adapun kuota peserta ditargetkan sebanyak 1.000 orang, dengan pemeriksaan harian sekitar 250 hingga 300 peserta selama empat hari pelaksanaan. “Kita 1.000, per hari itu 250 sampai 300, selama empat hari,” pungkasnya.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version