Oleh: Gatot Sundoro
SURABAYAONLINE.CO – ALLOH SWT mengutus malaikat maut kepada Nabi Musa dalam wujud seorang pria. Setelah bertemu Nabi Musa, malaikat maut dengan tegas mengatakan bahwa Nabi Musa ajalnya kian dekat dan saat saat kematiannya segera tiba.
Karakteristik Nabi Musa yang memperlakukan orang lain secara spontan; begitu malaikat maut selesai bicara, langsung dihantam oleh Nabi Musa. Pukulan Nabi Musa yang kuat itu memecahkan bola mata malaikat maut.
Sang malaikat maut pun kembali kepada ALLOH Ta’ala, ia mengadukan nasibnya:” Ya ALLOH, ENGKAU telah mengutusku untuk menemui hamba-MU yang tidak menginginkan kematian, sekarang mataku pecah akibat dipukulnya.”
Kemudian ALLOH SWT menyembuhkan mata malaikat maut, dan berfirman:” Kembalilah kepada hamba-KU itu dan sampaikan agar dia meletakkan tangannya pada punggung sapi jantan, setiap lembar bulu yang tertutup tangannya itu sama dengan bertambah usianya didunia selama satu tahun.
Sebelum Nabi Musa menyentuh punggung sapi, ia termenung sesaat, kemudian bertanya:” Lantas, apa setelah itu?” ALLOH SWT menjawab:” Tetaplah engkau akan meninggal.”
Akhirnya Nabi Musa ingin ajalnya disegerakan dan memohon agar mati didekat tanah suci; Baitul Maqdis. ALLOH SWT mengabulkan doa Nabi Musa.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:” Seandainya aku kesana (Baitul Maqdis), maka akan aku tunjukkan kepada kalian keberadaan kuburnya Nabi Musa yang ada di pinggir jalan disisi bukit pasir merah.”


