SURABAYAONLINE.CO, Sumenep – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi sasaran peredaran uang palsu. Terbukti, terjadi di Pulau Kangean, Sumenep.

Peredaran uang palsu dengan pecahan Rp100 ribu itu diketahui setelah terjadi transaksi jual beli di sejumlah toko kelontong di Pulau Kangean pada (18/10) malam hari.

“Iya mas, saya salah satu korban dari uang palsu itu. Pembeli membeli sebungkus rokok dengan pecahan uang 100 ribu,” kata Qomariah salah satu korban, Kamis (20/10).

Awalnya Qomariah tidak menyadari kalau uang yang diterima dari pembeli tersebut adalah uang palsu. Qomariah mulai curiga ketika pembeli langsung bergegas pergi setelah uang kembaliannya diberikan.

“Sebenarnya waktu uang itu diberikan sudah memiliki firasat curiga karena uang pembeli beda dengan uang asli atau yang seperti biasanya diterima,” paparnya

Kecurigaan Qomariah mulai terungkap setelah pagi harinya usai kejadian mendapat kiriman video baru seputar peredaran uang palsu.

Korban lainnya, Hayatul fatah mengatakan, pelaku ternyata sudah beraksi di sejumlah toko kelontong di Kecamatan Arjasa dengan ciri-ciri mengenakan jaket dengan penutup kepala.

“pelaku ciri-cirinya memakai jaket yang ada penutup kepalanya itu biasanya beraksi malam hari sekitar pukul 20.00 – 21.00 WIB. Kebanyakan pemilik toko yang jadi korban tidak sadar,” katanya

Untuk lebih memastikan hal itu lanjut Fatah, korban datang ke Bank untuk memeriksa uang yang baru saja diterima dari pembeli sebungkus rokok pada malam harinya. Dan pihak Bank menyatakan jika uang tersebut benar-benar palsu.

“Dengan peredaran uang palsu di Kepulauan Arja membuat para warga resah. Bagaimana tidak, warga berjualan untuk memenuhi kebutuhan justru dirugikan dengan uang palsu itu,” pungkasnya. (Upek)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version