Berawal Dari Tambal Ban, Bengkel “Rajawali 37” Hasilkan Jutaan Rupiah

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep – Bengkel Rajawali di Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur siap mengatasi permasalahan kendaraan bermotor.

Bengkel “Rajawali” berdiri sejak tahun 1999. Hingaa saat ini terus eksis mengatasi segala macam persoalan yang berkaitan dengan kendaraan bermotor.

Setiap harinya tidak terlepas dari 10 kendaraan yang berdatangan untuk diperbaiki. Bahkan tidak hanya dari satu wilayah, melainkan dari berbagai penjuru. Semua masalah dapat diatasi dengan baik.

Dunia bisnis perbengkelan kini banyak digemari. Sebab, bengkel merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang disebut-sebut sebagai salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemilik bengkel Rajawali di Desa Lebeng Timur Musni menuturkan, ia memulai usaha perbengkelan sejak berumur 22 tahun atau setahun dari umur pernikahnya dengan seorang gadis asli Desa Lebeng Timur.

“Waktu saya masih ingat betul kondisi ekonomi masih dibawah rata-rata. Dengan tekad yang kuat, alhamdulillah bisa berjalan dengan maksimal,” terangnya, Kamis (26/5).

Musni dahulunya hanya fokus bengkel tambal ban. Setiap ban motor dipatok dengan harga murah Rp.3 ribu. Dengan tekad yang kuat akhirnya memperluas usahanya itu sehingga pendapatan yang diperoleh saat ini mencapai jutaan rupiah.

Bahkan, saat ini bengkel Rajwali 37 tidak hanya fokus pada perbaikan kendaraan bermotor. Melainkan segala peralatan aksesoris berbagai jenis merk kendaraan bermotor, pom mini dan lain-lain.

“Alhamdulillah ini sebuah anugerah tuhan yang harus disyukuri. Ketika kita sabar akan sampai pada tujuan yang diharapkan,” ujarnya

Selain itu, bengkel Rajawali 37 juga menerima berbagai pesanan seperti pembuatan poser (mesin padi), Ladding Pasat Beko (pencacah tembakau) dan lain-lain.

Dari hasil jerih payahnya itu, bengkel Rajawali 37 memiliki pekerja dari kalangan anak muda yang handal dan profesional. (Upek)