Kadis DPMD Sumenep: Desa Wajib Dirikan dan Maksimalkan BUMDes

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni Yusuf mewajibkan desa mendirikan BUMDes.

“Hal itu demi kemajuan Kabupaten Sumenep,” terangnya, Rabu (18/5/2022).

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan badan hukum yang didirikan oleh desa untuk mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas.

Selain itu juga menyediakan jasa pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Desa.

“Ketika masyarakat sejahtera, Desa akan terlepas dari kemiskinan,” katanya

Saat ini, kata dia, dari total 330 Desa, BUMDes yang sudah terbentuk sebanyak 314, belum terbentuk 16, terdaftar nama 22, terverifikasi nama 192, mendaftar badan hukum 26 dan terferivikasi dokumen sedikitnya 14.

“Jadi bagaimana caranya pada awal Tahun 2023 semuanya sudah rampung agar BUMDes di Sumenep bagus,” ujarnya

Menurutnya, BUMDes merupakan salah satu cara menentukan Desa itu masuk pada kategori Mandiri, Maju dan Berkembang.

Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) per Mei Tahun 2022, Desa di Sumenep yang telah berkategori mandiri sedikitnya 6, maju 63 dan kategori berkembang terdapat 148 Desa.

“Kami harapkan bagi Desa yang masih belum memaksimalkan BUMDes untuk disegerakan. Apalagi sudah di support dengan Dana Desa untuk memajukan BUMdes,” pungkasnya. (Upek)