Swab Rutin Pelajar Surabaya, Upaya Untuk Mengantisipasi Covid-19 di Lingkungan Sekolah

SURABAYAONLINE.CO – Sebanyak 213 sekolah negeri dan swasta di Kota Surabaya sudah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sejak beberapa waktu lalu. 213 sekolah itu terdiri dari 112 Sekolah Dasar (SD) dan 101 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka menggelar PTM terbatas setelah lolos asesmen dan sudah menggelar simulasi PTM.

Maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya akan melakukan tes swab rutin untuk para pelajar di Kota Pahlawan dalam upaya mengantisipasi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Pelaksanaan tes swab tersebut menyasar para pelajar di tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK di Kota Surabaya.

“Untuk pelaksanaannya minimal 2 minggu hingga satu bulan sekali,” kata Kadinkes Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya

Untuk pelaksanaan tes swab tersebut, Dinkes Surabaya mengerahkan seluruh layanan fasilitas kesehatan di tingkat Puskesmas yang berada di dalam satu kawasan dengan sekolah tersebut. Hal ini untuk mempermudah dan mempercepat proses skrining di lingkungan sekolah.

Febria menjelaskan, jumlah siswa yang dites swab maksimal hanya 25 persen siswa pada setiap sesi selama penerapan PPKM Level 3 berlangsung di Kota Surabaya. “Baik siswa maupun tenaga pendidik harus terus menerapkan prokes. Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan. Kemudian meja dan kursi antarsiswa harus diperhatikan jaraknya,” kata Febria.

Febria juga meminta setiap sekolah di Kota Surabaya memasang QR code PeduliLindungi untuk para pelajar saat masuk di lingkungan sekolah. QR code PeduliLindungi dimaksudkan untuk memudahkan Dinkes melakukan tracing apabila terdapat pelajar yang terpapar Covid-19.

Febria menjelaskan, QR code PeduliLindungi juga untuk mengedukasi terkait pentingnya menjalankan vaksinasi Covid-19. Capaian vaksinasi pelajar di Kota Surabaya per 15 Oktober 2021, yakni dosis satu 78,86 persen dan dosis dua 36,05 persen untuk tingkat SD/MI; serta 77,13 persen dosis satu dan 57,90 persen dosis dua untuk tingkat SMP/MTS.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Juli Poernomo Slamet meminta meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terkait pembelajaran tatap muka. Evaluasi dimaksudkan sebagai langkah pencegahan timbulnya klaster PTM.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebutkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas menjadi solusi atas persoalan pendidikan yang dihadapi saat ini di tengah pandemic Covid-19.

“Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi sektor pendidikan sehingga surat keputusan bersama empat menteri telah memberikan arahan dan petunjuk untuk segera melaksanakan PTM terbatas,” kata Direktur Pendidikan Dasar Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih saat menyampaikan materi pada kegiatan rembuk pendidikan di Parigi Moutong, Sulteng.

Kebijakan pemerintah pusat, yakni prioritas PTM terbatas dilaksanakan oleh daerah yang berada di zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1, 2, dan 3. Selain itu, didukung dengan tenaga pendidik yang sudah tervaksinasi.

Dengan menurunnya angka kasus Covid-19 secara nasional, Kemendikbudristek menekankan masing-masing satuan pendidikan agar meningkatkan kewaspadaan serta memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah. (Windi)