Chip Semikonduktor Semakin Langka, Siap-siap Harga Ponsel Meroket

SURABAYAONLINE.CO – Sejumlah analis memperkirakan harga jual ponsel pintar alias smartphone akan meningkat di tahun depan. Kenaikan harga ini disebabkan karena rendahnya pasokan chip dan akan berdampak pada 90% industri ini.

Rendahnya pasokan chip ini diperkirakan akan berdampak pada harga jual yang lebih tinggi. Bahkan kenaikan harga ini diperkirakan telah terjadi pada kuartal ketiga tahun ini dan diprediksi akan terjadi kenaikan harga lebih tinggi pada 2022 mendatang.

Direktur riset Forrester Research Glenn O’Donnell mengatakan kendala pasokan chip mengakibatkan harga yang lebih tinggi yang perlu diserap oleh produsen atau diteruskan ke konsumen.

“Dengan demikian, harga untuk smartphone dan hampir semua hal lainnya sudah naik. Kami memperkirakan kenaikan ini akan melebihi 10% pada akhir tahun dan meningkat lebih tinggi lagi hingga 2022,” kata O’Donnell, dikutip dari Strait Times, Sabtu (9/10).

Sementara itu, produsen chip asal Taiwan, Semiconductor Manufacturing Co., telah merencanakan harga jual chip. Produsen ini memasok merk ponsel global seperti Apple dan Qualcomm.

Melansir Tech Radar, kekurangan chip ini sudah mulai sejak tahun ini dengan perkiraan penjualan smartphone di 2021 direvisi turun dari sebelumnya 1,45 miliar unit atau 9% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi hanya 1,41 miliar unit atau hanya naik 6% YoY.

Turunnya perkiraan ini disebabkan karena tak terpenuhinya pesanan chip dari para produsen ponsel ini. Beberapa merk melaporkan hanya menerima 80% dari pesanannya yang sudah dilakukan sejak akhir 2020.

Situasi ini kian memburuk dengan adanya laporan bahwa para produsen ponsel kini hanya menerima 70% dari permintaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *