Inovasi Aplikasi Bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Oleh UNESA dan UMM

SURABAYAONLINE.CO – Perkembangan digital yang semakin pesat dan cepat membuat segala kebutuhan dengan mudah dapat terpenuhi. Tidak perlu repot dan membuang banyak waktu, aktivitas sehari-hari bisa dilakukan dengan adanya gadget.

Kemudahan yang didapat merupakan hasil dan inovasi banyak orang untuk memudahkan masyarakat dalam beraktivitas.
Kemudahan tersebut juga hadir dalam dunia pendidikan.

Inovasi dari dunia pendidikan tidak ada hentinya, kali ini kolabari dari Univeritas Negeri Surabaya (UNESA) dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan mengembangkan aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan mahasiswa berkebutuhan khusus.

Pada hari Rabu (22/09/21) perwakilan dari UMM bertemu dengan pihak UNESA dalam rangka pembahasan pengembangan aplikasi bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Pertemuan tersebut diselenggarakan di UNESA, tepatnya di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), dikutip dari website resmi UNESA.

Dr. Oce Miriawan, M.Kes selaku sekretaris LPPM menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peranan penting sebagai bagian dalam meningkatkan layanan terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus. Oleh Karena itu, kolaborasi antar perguruan tinggi harus dilakukan sebagai upaya dalam melahirkan inovasi bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

“UNESA punya keunggulan di bidang disabilitas, seni budaya, dan ilmu keolahragaan yang telah kami kembangkan. Kami sangat terbuka untuk diskusi dan berkolaborasi. Harapannya Unesa dapat mengembangkan berbagai penelitian karya terapan secara berkelanjutan,” ujar Dr. Oce Miriawan.

Sementara itu, Ariana Restian, M.Pd sebagai perwakilan dari UMM mengatakan bahwa tujuan dari pembuatan aplikasi difabel merupakan bagian untuk memudahkan mahasiswa berkebutuhan khusus. Nantinya, aplikasi tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang memiliki hambatan penglihatan atau pendengaran dalam mengakses dan melakukan kegiatan akademik, seperti ujian, tugas serta skripsi.

Selanjutnya, aplikasi tersebut juga dirancang untuk menerima keluhan dari mahasiswa berkebutuhan khusus. Selain itu, cara kerja aplikasinya pun dibuat se mudah mungkin seperti aplikasi layanan gojek online. Nantinya, mahasiswa berkebutuhan khusus dapat menghubungi relawan yang tergabung dalam aplikasi tersebut dan membuat janji untuk membantu mahasiswa dalam melaksanakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan perkuliahan.

Ariana juga mengatakan, pihaknya menggandeng UNESA sebagi partner dikarenakan UNESA memiliki track record yang panjang dalam menangani mahasiswa berkebutuhan khusus serta UNESA juga memiliki pusat studi layanan disabilitas.

Disisi lain, aplikasi tersebut akan terus dievaluasi dan dikembangkan untuk lebih baik lagi serta mudah digunakan oleh mahasiswa berkebutuhan khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *