Mahasiwa UNESA Mengobati Rindu Melalui Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas

SURABAYAONLINE.CO – Senin (19/09) menjadi awal bagi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya untuk mengobati kerinduan akan bangku perkuliahan. Pasalnya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilakukan untuk pertama kalinya.

Dikutip melalui laman UNESA, Dr. M. Turhan Yani., M.A. selaku Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA mengatakan bahwa sesuai Edaran Rektor UNESA, PTM tersebut diadakan secara terbatas dan bertahap yang diikuti mahasiswa Surabaya Raya dan angkatan 2020-2021.

Menurutnya, hari pertama pemberlakuan PTM membuat suasana kampus UNESA menjadi lebih ramai dan hidup, tidak seperti biasanya. Energi belajar dan mengajar kembali hadir.

“Semoga ini awal yang baik dan pandemi bisa berakhir,” harapnya. Setelah hampir 2 tahun melakukan pembelajaran secara daring akhirnya UNESA melakukan Pembelajaran Tatap Muka.

Dosen Prodi Sejarah UNESA, Riyadi, S.Pd., M.A menjelaskan terkait pertemuan pertama dengan mahasiswa di dalam kelasnya itu serasa melepas rindu.

Riyadi melanjutkan, meski proses pembelajaran telah di lakukan secara daring namun kualitas interaksi langsung dengan mahasiswa sangat jauh berbeda. “Apa yang tidak saya dapatkan di ruang virtual itu, seperti kedalaman interaksi dan emosi akhirnya seperti terbalas dan terjawab lagi lewat PTM ini. Karena mendidik tidak melulu tentang materi, tetapi juga keterlibatan hati dan emosi,” tuturnya.

Sedangkan untuk skema mengajarnya, mahasiswa yang hadir dalam Pembelajaran Tatap Muka hanya setengah dari maksimal kapasitas ruangan. Untuk tempat duduk pun diatur dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua mahasiswa dan mahasiswi diwajibkan untuk menggunakan masker serta menunjukkan bukti vaksinasi.

Sebelum masuk kelas, mahasiwa diharuskan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan melakukan pengecekan suhu tubuh. Tidak hanya di dalam kelas, protokol kesehatan juga harus diterapkan di lingkungan kampus. Menghindari kerumunan, menjaga jarak serta memakai masker wajib di lakukan selama berada dalam area kampus UNESA.

Syauqi selaku mahasiswa UNESA angkatan 2020 merasa bahagia karena bisa melakukan PTM. “Selama ini saya gak ke kampus kan ya, jadinya bagaimana ya, seperti ada semangat baru dan menjadi mahasiswa baru rasanya,” ujar mahasiwa dari prodi Sejarah UNESA tersebut.

Adanya PTM, membuatnya merasa menjadi lebih baik karena bisa melakukan interaksi langsung baik dengan dosen dan mahasiswa lainnya.

“Semoga saja Covid-19 benar-benar berakhir, dan mahasiswa bisa masuk full, sehingga belajar dan pembelajaran bisa berjalan sebagaimana biasanya dan semestinya,” ujar syauqi dengan penuh harap.