Polsek Masalembu Diduga Sempat Tahan Kedua Anak Dari Tahanan Yang Kabur, Benarkah

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini SurabayaOnline.co diinformasikan salah seorang tahanan kabur saat proses penyidikan oleh Kanit Reskrim Polsek Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur

Dalam keterangan nya sumber yang enggam disebut nama dan identitasnya ini walaupun hanya sekedar inisial ini, menyampaikan, bahwa tahanan berinisial SR ini diamankan pihak kepolisian, saat sedang berada di rumahnya. Penangkapan dilakukan sebab SR diduga sebagai pengecer narkotika jenis sabu

“SR saat ditangkap sedang memperbaiki kendaran roda dua dirumahnya,” katanya melalui saluran telfon. Jum’at (18/06)

Selanjutnya kata dia bercerita, SR dibawa ke Mapolsek masalembu guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. Namun, selang beberapa waktu pada saat selesai proses pemeriksaan SR tiba-tiba sudah lenyap tersisa borgolnya saja

Melihat kejadian tersebut berdasarkan penuturannya, pihak kepolisian kemudian mendatangi kedua rumah SR dan membawa kedua anaknya ke Mapolsek, “Kurang lebih 12 jam anak SR berada di Polsek, sebelum kemudian dilepas, dan salah satunya masih dibawah umur,” jelasnya

Demi keberimbangan sebuah informasi media ini kemudian menghubungi Kapolsek Masalembu IPTU Sujarwo. Dalam keterangannya, ia mengku tidak mengetahui secara pasti perihal peristiwa tersebut. Dikarenakan pada saat kejadian dirinya sedang berada di Kota Sumenep untuk menghadiri kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolres Sumenep. Ia mengarahkan, untuk konfirmasi langsung terhadap Kanit Reskrim yang menangani perkara tersebut

“Saya gak tau, yang tau itu Angga (Kanit Reskim Red), karena memang saat itu saya berada di Sumemep,” katanya, Jum’at (18/06)

Setelah dikonfirmasi melalui saluran telfon Kanit Reskim Polsek Masalembu Bripka Angga Pria Syafindi membenarkan, bahwa saudara SR warga Desa Masalima, Kecamatan Masalembu yang ditangkap pada 14 Juni 2021 yang lalu, telah kabur dari Mapolsek setempat, sesaat setelah proses pemeriksaan

Perihal informasi atas dugaan penahan kedua anak dari SR selepas yang bersangkutan kabur. Bripka Angga menyampaikan, keberadaan kedua anak SR di Mapolsek merupakan atas inisitif sendiri untuk ikut pihak berwajib. Pada saat mendatangi kediamannya dengan maksud mencari keberadaan ayahnya yang kabur dari ruang tahanan Polsek. Pihaknya juga mengaku, sudah melarang namun kedua anak tersebut tetap memaksa

“Terkait anaknya SR itu ikut sendiri bukan diamankan pihak Polsek, ” katanya. Jum’at malam (18/06)

Kemudia Bripka Angga menirukan ucapan kedua anak SR, “Dengan Bahasa biar saya bapak, yang jadi gantinya bapaknya saya, ngomongnya kayak gitu,” katanya menirukan

Mengingat salah satu dari dua anak SR ada yang dibawah umur. Media ini mengkonfirmasi apakah ada pendampingan dari keluarga atau ibu dari keduanya saat ikut dan berada di Mapolsek. Bripka Angga mengatakan tidak ada, “Ibuknya waktu itu malah menyuruh ke anaknya itu. Ibunya yang membiarkan,” terangnya

SurabayaOnline.co juga sempat menghubungi ibu kandungnya, melalui saluran telfon dengan maksud mengkonfirmasi peristiwa yang terjadi sekira pukul 12.51 siang Jum’at (18/06). Namun setelah sempat berdering tetapi panggilan ditolak. Dihubungi kembali nomer yang bersangkutan sudah tidak aktif. Th