Nining Sebut Jalan Sapi, Niujie atau 牛街, Xicheng Beijing Masakannya Enak

Surabaya Online – Hi, saya Nining, saya seorang cewek asli Beijing, Tiongkok, demikian dia mengenalkan dirinya. Tidak diketahui dengan jelas siapa nama sebenarnya dalam bahasa Mandarin.

Nining mengaku sebagai warga asli Tiongkok (Beijing) yang berbahasa Mandarin dan bisa berbahasa Indonesia cukup lancar dan jelas, yang suka berbagi info tentang budaya (China) dan tentang segala sesuatu yang menarik baginya, namun untuk non bisnis.

Kali ini ia ingin membagikan informasi tentang jalan Niujie. Jalan Niujie atau 牛街(Niú Jiē)yang terletak di Distrik Xicheng Kota Beijing itu adalah tempat permukiman muslim etnis Hui (回族Huí Zú).

Jalan Niujie kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia artinya Sapi, nama jalan Sapi tentu ada sejarahnya, yakni karena di lokasi jalan tersebut ada pemukiman etnis Hui (回族Huí Zú), yang merupakan etnis muslim.

Nining menyebut bahwa di lokasi tersebut ada banyak orang yang pandai memasak daging sapi, maka tidak mengherankan bila di jalan Niujie terdapat banyak toko, supermarket dan restoran yang menjual makanan yang berbahan dasar daging sapi dan kambing, dan tentu halal.

Bahkan karena sangat terkenal, banyak orang Beijing yang menginginkan daging sapi atau kambing yang halal, maka mereka akan membelinya di Jalan Niujie.

“Seperti saya, saya non muslim, tapi saya seperti warga Beijing, sangat mau dan sering ketempat ini untuk beli makanan halal” kata Nining, seperti dikutip dari Nining’s Days

Kemudian Nining mengajak, untuk melihat mesjid tertua di Beijing, yang sangat Indah dengan gaya arsitektur khas China.

Namun selama pandemi Covid-19, Masjid Niujie melakukan pembatasan, tidak semua orang yang bisa masuk ke dalam Masjid tersebut,

Masjid tersebut tidak terbuka untuk umum, terutama bagi yang non muslim, yang masukpun diwajibkan memakai masker dan jaga jarak (Prokes Covid-19)

Nining juga menyebut bila berjalan-jalan disini akan merasakan situasi yang harmonis, antara pemeluk agama dan budaya yang berbeda pula, Resto- resto saat puasa digambarkan tetap buka untuk melayani pembeli yang non muslim.

Di Niujie ini, digambarkan oleh Nining ada banyak toko-toko makanan halal yang lainnya, sehingga mampu menarik banyak pengunjung suku lain di seluruh kota ini.(*jay)