Demonstrasi Mahasiswa di Sumenep Berujung Ricuh

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Demonstrasi sejumlah mahasiswa Sumenep di depan gedung Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berujung ricuh

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi demonstrasi ini sebenarnya berlangsung damai. Terlihat silih berganti mahasiswa melakukan orasi menyampaikan aspirasi politik berkaitan dengan tambak udang yang di indikasikan mahasiswa banyak melakukan pelanggaran

Situasinya kemudian berubah seratus lima puluh derahat, setelah mahasiswa yang tergabung kedalam Fron Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) masuk ke halaman kantor Pemkab, bermaksud menemui Bupati Sumenep

Namun sesampainya dipintu masuk gedung Pemkab, mahasiswa di hadang aparat keamanan dari Satpol PP dan Kepolisian dengan dalih Bupati tidang sedang berada ditempat. Disinilah kemudian mahasiswa dan aparat keamanan terlibat saling dorong

Menurut Kordinator Aksi Mohammad Sutrisno mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat jauh-jauh hari untuk menemui Bupati Sumenep, “Aksi kali ini selain kita bersurat ke pihak Kepolisian, kami bersurat ke Pemda Sumenep, agar Bupati berkenan menemui kita hari ini,” katanya. Rabu 31/03/2021

Mahasiswa juga meminta aparat keamanan agar berkenan memberikan, izin agar massa demonstrasi menungggu Bupati Sumenep didalam gedung. Karena berdasarkan keterangan petugas Pemkab (tidak diketahui namanya) yang keluar menemui mahasiswa menyampaikan, Bupati Sumenepn Ach Fauzi masih ada kegiatan diluar kantor

Namun pihak keamanan kekeh tidak memperbolehkan mahasiswa. Ini kemudian menjadi pemicu dari kericuhan dan mahasiswa memilih mundur kehalaman pemkab sambil lalu diikuti pihak keamanan

“Tetapi bapak Bupati tidak menemui dengan berbagai alasan, malah kemudian mahasiswa dibentur-benturkan dengan pihak Kepolisian dan Satpol PP,” tandasnya

Padahal pihaknya kata dia, hanya ingin menyampaikan persolan pelanggaran tambak udang selama bertahun-tahun ini secara langsung kepada Bupati Sumenep sebagai pemilik otoritas kewenangan tertinggi ditingkatan daerah.

Abseinnya orang nomor satu itu dianggap Sutrisno, sebagai bukti dari ketidak seriusan pemerintah setemoat didalam melakukan penindakan terhadap pelanggaran izin, lingkungan oleh tambak udang

“Sampai detik ini dari hasil investigasi terakhir, tidak ada penindakan kondisinya tetap sama banyak indikasi pelanggaran,” tegasnya. Thofu