Kemiskinan Masih Tinggi, Khofifah Minta Bupati Sumenep Genjot Pertumbuhan Sektor Ekonomi Penopang

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Bupati dan Wakil Bupati yang baru, untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi sektor penopang

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada tahun 2019 mencapai angka 19,48 persen, dan meningkat pada tahun 2020 mencapai 20,8 persen. Itu kemudian menjadikan kabupaten dengan jargon Kota Keris itu masuk kedalam daftar 10 Kabupaten termiskin di Jawa Timur dan nomor urut 2 termiskin setelah Kabupaten Sampang dari 38 Kabupaten/Kota se Jawa Timur. Tentu hal ini harus menjadi prioritas utama bagi esatfet kepemimpinan Sumenep yang baru.

Menurut Khofifah dalam sambutannya, ada beberapa sektor penopang yang harus ditingkatkan produktifitas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten ujung timur Pulau Madura itu didalam menentaskan kemiskinan

“Tiga penopang pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumenep yaitu sektor pertanian, sektor perhutanan Dan perikanan,” Katanya saat menghadiri acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep dari Pelaksana Tugas Haruan (Plh) di Pendopo Agung Kraton Sumenep. Minggu

Meskipun kata dia, meningkatnya angka kemiskinan tidak terlepas imbas dari anjloknya pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 sejak awal tahun 2020, situasi ini juga dialami daerah-daerah lain di penjuru negeri “Hal ini terjadi tidak hanya di Sumenep, di semua daerah juga meningkat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Khofifah kemudian menguraikan, komoditas di tiga sektor penopang pertumbuhan ekonomi tersebut, pada situasi pandemi masih terus mengalami pertumbuhan sekitar 0,78 perser atau memberikan kontribusi sebesar 39,93 persen. Sedangkan disektor lain, seperti pertambangan dan penggalian memberikan kontribusi sebesar 15,66 persen atau tumbuh sekitar 0,60 persen.

“Termasuk perdagangan skala besar dan eceran, reperasi motor dan mobil sebesar 12,20 persen dan terkontraksi 7,56 persen,”

Sementa itu, Bupati Sumenep menyampaikan komitmennya untuk menjadikan kabupaten Sumenep lebih baik dan lebih maju agar ada peningkatan harkat, derajat dan kemakmuran masyarakat Sumenep. Sesuai dengan yang diamanatkan didalam konstitusi

“Sumenep unggul, mandiri dan sejahtera. Pembangunan di Kabupaten Sumenep harus harus dilakukan secara sinergis dan berkelanjutan,” kata Fauzi.

Oleh sebab itu, penyusunan perencanaan pembangunan harus di selaraskan dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Sumenep 2005-2025.

Fauzi menegaskan, di masa kepemimpinan dirinya pihaknya akan menekankan pembangunan kualitas sumber daya manusia berdaya saing di bidang pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan.

“Penguatan ekonomi dari hulu ke hilir. Maka, anak muda harus diberi kesempatan dan diberi ruang kreatifitas,” pungkasnya. Thofu