Resmi Dilantik Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Fauzi-Eva Ajak OPD Sukseskan Visi Misinya

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Ach Fauzi-Nyai Hj Dewi Khalifah resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep di Gedung Grahadi, Surabaya, bersama 16 kepala daerah lainnya hasil Pilkada serentak 2020 lalu, mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep bekerja cepat, untuk mensukseskan Visi dan Misinya saat kampanye.

Keduanya resmi menahkodai kabupaten di ujung timur Pulau Madura itu, hingga 2024 atau hingga penyelenggaraan Pilkada serentak mendatang. Sehubungan dengan situasi pandemi Covid-19, pelantikan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah undangan

“Untuk menyukseskan visi misi yang kami emban, saya minta kepada seluruh OPD dan jajarannya agar ke depan bisa bekerja cepat, tepat, dan detil, sebagaimana disinggung Ibu Gubernur saat menyampaikan sambutan,” Kata Bupati Sumenep Ach Fauzi usai pelantikan. Jum’at 26/02/2021

Selain itu, Achmad Fauzi mengaku bersyukur karena pada hari ini dirinya bersama Nyai Eva telah resmi menjadi bupati dan wakil bupati.

“Alhamdulillah hari ini kami sudah resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Semoga kami bisa menjadi pemimpin yang amanah,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini memohon doa serta dukungan seluruh masyarakat Sumenep, berupa kritik dan saran, kaitannya didalam melibatkan masyarakat dalam setiap proses pengambilan kebijakan, agar ke depan bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik

“Kepada segenap masyarakat Sumenep, mohon doanya, restunya, serta dukungannya. Ke depan kami siap diberi banyak masukan, mudah-mudahan Sumenep menjadi lebih baik,” tambahnya

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya dihadapan 17 Kepala Daerah yang dilantik menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia Ir Jokowidodo, “Saya menambahkan cepat, tepat, dan detil,” ujarnya. Jum’at 26/02/2021

Tak lupa Khofifah juga mengingatkan, agar Kepala Daerah untuk menyelenggarakan asas-asa umum pemerintahan yang baik atau Good Governance. Selain itu ia meminta Bupati /Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota bekerja lebih cepat dan presisi, bahu membahu menekan penyebaran Covid-19

“Hari ini masih pada posisi PPKM Mikro, artinya para bupati dan wakil bupati diharapkan kecepatan kerjanya harus dilakukan dengan baik. Tetapi masih ada hal yang masih harus kita hadapi. Covid-19 di Jawa Timur memang sudah melandai. Tapi belum berhenti penyebarannya,” ujar dia.

Ach Fauzi-Nyai Hj Dewi Khalifah dilantik berdasarakan, Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.35-312 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten dan Kota Pada Provinsi Jawa Timur, dan Keputusan Dalam Negeri Nomor 131.35-368 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.35-312 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten dan Kota Pada Provinsi Jawa Timur.

Untuk diketahui, pada saat kampanye sebelum pemelihan pada Pilkada serentak 2020 pasangan Fauzi-Eva memiliki visi, misi yang selalu dismapaikan untuk menggalang simpati pemilih yaitu: Sumenep unggul, mandiri, dan sejahtera. Misinya: membangun kualitas SDM berdaya saing di bidang pendidikan, kesehatan, ketenaga-kerjaan.

Kemudian meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis kawasan dari hulu ke hilir; mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, inovatif dan responsif dalam melayani masyarakat.

Selanjutnya melaksanakan pembangunan berazaz gotong royong dan berkearifan lokal; serta memperkuat pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan hidup yang berimbang antara daratan dan kepulauan.

Adapun delapan program prioritas, yaitu: pertama penguatan kompetensi, peningkatan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji, dan guru madrasah diniyah serta dukungan program beasiswa.

Selanjutnya, kedua peningkatan kualitas standar pelayanan dan pembangunan kesehatan dasar. Ketiga mencetak wirausaha santri dari kalangan muda di era industri 4.0. Keempat pengembangan ekonomi kawasan dan percepatan ekonomi berbasis desa tematik.

Kemudian, Kelima mewujudkan kawasan wisata Madura (visit Madura) dan pengembangan ekonomi kreatif. Keenam tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional (smart city). Ketujuh peningkatan penanganan masalah sosial dengan semangat gotong royong; serta dan terakhir peningkatan infrastruktur dan moda transportasi kepulauan. Thofu