Posting Satwa Melalui Medsos, Tiga Pemuda Ditangkap Polisi

Surabaya online – Jual satwa langka melalui media sosial Facebook, tiga orang pelaku berhasil diringkus oleh anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jawa Timur di tempat yang berbeda.

Dalam pengungkapan kasus penjualan satwa yang dilindungi ini Ditreskrimsus Polda Jatim bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya informasi tentang adanya penjualan satwa dilindungi melalui media sosial.

“Mengetahui hal tersebut petugas kepolisian lakukan kordinasi dengan BBKSDA untuk memastikan bahwa yang ada dalam postingan tersebut merupakan satwa yang dilindungi” ucap Kabid Humas Polda Jatim, Rabu (17/02/2021).

Gelar barang bukti jual beli satwa dilindungi

Selanjutnya pada hari Senin 01 Februari 2021 sekitar pukul 01.00 WIB petugas gabungan lakukan penyelidikan ke rumah pelaku NR (26) yang beralamat di Ds. Suko, Sidoarjo dan petugas mendapatkan kebenaran bahwa pelaku menjual satwa dilindungi.

Setelah itu petugas lakukan pengecekan dan ditemukan fakta bahwa pelaku menjual satwa tersebut tanpa disertai legalitas yang sah dan petugas mendapati 15 ekor Kakatua Maluku dengan nama latin Cacatua Moluccensia.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Jimmy Tana, mengungkapkan, dari hasil pengembangan terhadap pelaku NR, bahwa ada kasus serupa yang masih satu jaringan dengan pelaku NR, yang juga menjual satwa langka dan dilindungi melalui media sosial Facebook dengan nama akun; Enno Arekbonek Songolaspitulikur.

Selanjutnya, petugas gabungan memburu pelaku dengan mendatangi rumah VPE pada Senin (08/02/2021) siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Di Perum Permata Biru, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Petugas gabungan mendapati seorang pria berinisial VPE (29) dan istrinya berinisial NK (21). Saat itu, VPE dan NK, yang terbukti memelihara satwa dilindungi berupa seekor Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) dan 8 ekor Lutung Budeng (Trachypithecus Auratus) dirumahnya.

“Modus tersangka (VPE dan NK) adalah memelihara dan menjual satwa dilindungi, kami temukan Elang Brontok dan Lutung Budeng yang akan dijual melalui media online Facebook, dengan nama akun Miidha dan Enno Arekbonek songolaspitulikur, dengan cara satwa diposting” terangnya sembari menunjukan barang bukti.

Jimmy menegaskan, pihaknya terpaksa tak menahan NK, istri dari VPE. Karena sedang hamil. “Yang bersangkutan tidak kami tahan, karena sedang hamil,” imbuhnya.

Kepada penyidik, para pelaku mengaku sebagai penadah satwa langka itu, lalu menjualnya ke penadah atau konsumen lainnya di sejumlah lokasi. Harga yang dibandrol pun bervariatif, mulai Rp 2 juta rupiah, sampai puluhan juta rupiah.

AKBP Jimmy Tana mengimbau, apabila masyarakat menemukan hal serupa untuk segera melapor kepada pihak kepolisian maupun BKSDA. Sebab, dengan laporan dan penanganan cepat, diharap bisa menyelamatkan populasi satwa langka yang tengah diambang kepunahan.

“Bila masyarakat mendapat informasi terkait penjualan, bisa segera lapor ke kami” katanya.

Akibat perbuatannya itu, 3 tersangka dijerat dengan pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 33 ayat (3), juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a dan c dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.(aditya)