Inilah Strategi Bisnis Petrokimia Gresik Tahun 2021

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Direktur Utama Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, mengarungi tahun 2021 perusahaan akan menerapkan tiga strategi bisnis yang bermuara pada menjadikan pupuk-pupuk produksi Petrokimia Gresik sebagai andalan petani secara berkelanjutan.

“Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani-petani serta menegaskan area Jawa-Bali sebagai sentra produksi pangan nasional,” ujar Dwi Satriyo melalui rilis yang diterima SurabayaOnline.

Strategi pertama Peesahaan akan memproduksi Phonska bersubsidi dengan formula baru 15-10-12 yang akan menggantikan Phonska bersubsidi formula 15-15-15. Ini untuk meningkatkan efisiensi pupuk bagi pertanian, sebaliknya Petrokimia Gresik berkomitmen perubahan tidak akan mengurangi kualitas pupuk bersubsidi.

Kedua, Petrokimia Gresik melakukan pendekatan berbeda untuk pola pemupukan berimbang, yaitu mengubah pupuk NPK Phonska menjadi NPK Phonska Plus. Sehingga pola pemupukan berimbang 5:3:2 per hektar sawah, akan menjadi Petroganik (500kg), NPK Phonska Plus (300kg), dan Urea (200kg).

Ketiga, Pemerintah akan menambah jenis pupuk bersubsidi yakni pupuk organik cair bernama Phonska Oca. Pupuk ini merupakan produk inovasi Petrokimia Gresik hasil gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair.

Kandungan C-Organik minimal 6 persen, unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman.

“Kami harap pupuk Phonska OCA dapat menjadi solusi praktis bagi petani. Dimana kandungan pupuk majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman, dan pupuk organik dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah,” kata Dirut Dwo Satriyo. (san)