Klarifikasi: Kemenag Sumenep Pastikan Netral Dalam Pilkada 2020

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep- Kementrian agama (kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, klarifikasi terkait adanya dukungan kepada salah satu pasangan calon (paslon) Bupati Dan Wakil Bupati Sumenep, nomor urut 02 (Fattah Jasin dan Ali Fikri Warist) yang di lakukan organisasi profesi guru bernama, Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Kabupaten Sumenep, dengan kop surat yang tertera kemenag Sumenep . Rabu 02/12/2020

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agaman Kabupaten Sumenep, Juhedi dalam klarifikasinya mengaku mendapatkan informasi kejadian tersebut di media jejaring sosial Whatsapp, sehingga pihaknya dengan cepat mengecek dan melakukan pemanggilan terhadap PGIN Kabupaten Sumenep.

Setelah dimintai klarifikasi oleh pihak kemenenag Sumenep, perwakilan PGIN Sumenep yang berinisial RF mengakui kesalahan dan ke khilafannya dalam penulisan kop surat yang mencantumkan nama kelembagaan Kementerian Agama.

“Kalau ada persoalan yang tidak benar pasti kami mintai klarifikasi,” tuturnya, Rabu (2/12/2020).

Selanjutnya pihak PGIN meminta maaf kepada kemenag Sumenep atas kesalahannya tersebut. Dengan membuat pernyataan secara tertulis karena sudah mencoreng institusi Kementerian Agama Sumenep.

“Kami tegaskan, kami tidak memihak kepada salah satu paslon, Bupati dan Wakil Bupati Sumenep,” tegasnya.

Selain itu Juhedi juga memastikan kalau organisasi profesi PGIN merupakan organisasi yang mandiri, independent, dan bukan bagian organisasi di bawah nanungan Kemenag. Maka dari itu ada kesalahan dalam penulisan kop surat tersebut.

“PGIN bukan organisasi kementerian agama, jadi yang salah karena ada tulisa di kop surat kementerian agama,” tandasnya

Lebih lanjut, Juhedi menambahkan dalam momentum Pilkada Sumenep 2020 ini, ia memastikan kalau Kemenag berada dalam posisi netral dan tidak mendukung salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Disamping itu seluruh Aparat sipil negara (ASN) tidak diperbolehkan oleh undang-undang untuk terlibat dalam politik praktis.

“Kami kementerian agama menegaskan tidak dalam posisi mendukung dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati, Kemenag, dalam pilkadai tahun 2020 ini netral,” imbuhnya. (Thofu)