Dilaporkan NiAt ke Bawaslu, Ketua AKD Bantah Tulis Chat ke Kepala Desa

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD), Nurul Yatim, dilaporkan tim hukum dan advokasi Cabup-Cawabup Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik, Selasa (24/11).

Laporan ini terkait beredarnya postingan di WhatsApp (WA) yang diduga diunggah Nurul Yatim, yang berisi tentang ajakan kepada para kepala desa segera menyetorkan data pemilih untuk paslon nomer urut 1 Qosim-Alif (QA).

Isi WA yang menghebohkan itu adalah ‘ayo setorkan datanya desa-desa untuk pak Qosim, kalau tidak dana desa atau BK (bantuan keuangan) teman-teman kades akan distop dan DD (dana desa) dipermasalahkan di Inspektorat atau APH (aparat penegak hukum), sampaikan kades-kades wilayahnya kalian “.

“Kami melaporkan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Ketua AKD Gresik, Nurul Yatim. Karena melanggar Undang-undang desa Nomer 6 tahun 2014, tentang Desa, ” ujar Tim hukum dan advokasi Niat, M. Irfan Choirie didampingi dua kuasa hukum lainnya, usai melapor ke Bawaslu, Selasa (24/11)..

Undang-undang desa, lanjut Irfan, menyebutkan kepala desa dilarang ikut serta atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan/pemilihan kepala daerah.

“Dalam pasal 29 huruh (j) undang-undang desa nomer 6 tahun 2014 disebutkan, kepala desa dilarang untuk ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan/atau pemilihan kepala daerah,” bebernya.

Ketua Bawaslu Gresik, Imron Rosyadi mengatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Laporan itu akan kami tindaklanjuti, kami masih menelusuri kepastian kebenaran chat itu,” katanya.

Sementara Ketua AKD Gresik Nurul Yatim saat diklarifikasi membantah kalau chat itu darinya.

Menurutnya, seharusnya pelapor mempertanyakan kebenaran chat tersebut dari orang yang share (menyebarkan) di facebook.

“Seharusnya mereka tanya kepada yang share di FB,” kata Nurul Yatim. (san)