Songsong Mengalirnya Umbulan dan BGS, PDAM Gresik Bangun Jaringan Pipa Baru

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – PDAM Giri Tirta Gresik bakal membangun jaringan pipa baru di seluruh kota, menyongsong bakal mengalirnya air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan pada Juni 2021 dan dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) mulai Mei 2021.

Direktur Teknik PDAM Giri Tirta Gresik Harisun Awali ST, MT mengatakan, saat ini pihaknya tengah menjalankan proses Detail Engineering Desain (DED), alias gambar perencanaan pipanisasi menyeluruh di seluruh kota.

“Harapan kami, nantinya begitu air Umbulan dan BGS mengalir tidak ada lagi keluhan pelanggan terkait air keruh atau macet,” ujar Harisun di kantornya.

Pipanisasi baru itu, ujar Harisun, sementara diutamakan untuk yang dari Umbulan. Pipa akan dipasang dari Tandon Giri 1 di Pucem kemudian turun ke Jl Sunan Giri – Jl dr Sutomo – Jl Usman Sadar hingga perempatan Pasar Gresik Jl Gubernur Suryo.

Jalur lainnya, juga dari Tandon Giri 1 di Pucem ke Jl Sunan Giri – Jl Mayjen Sungkono – Perempatan Nippon Paint – Jl Darmosugondo.

Jalu baru berikutnya, pipa dari Tandon Giri 1 turun ke Jl Sunan GIri kemudian di perempatan Kebomas yaitu di Tugu Lontar dikoneksikan dengan pipa yang sudah ada menuju ke Jl Veteran – Jl Panglima Sudirman – Jl Pahlawan – hingga Jl Raden Santri.

Dijelaskan Harisun, sesuai kesepakatan PDAM Giri Tirta Gresik akan mendapat kucuran air SPAM Umbulan total sebanyak 1000 LPS (liter per second).

Tahap pertama 300 LPS, sudah terealisasi pertengahan tahun ini. Kemudian yang 300 LPS dikucurkan Juni 2021, 400 LPS sisanya akan dikucurkan pada Tahun 2022.

“Rencananya yang dari Umbulan untuk pelanggan di wilayah Kota, Manyar, Kebomas dan sebagian wilayah Duduksampeyan. Target kami, begitu Umbulan sudah masuk kita akan promosikan air siap minum. Caranya kita akan membangun kran air langsung minum di sejumlah fasilitas publik,” katanya.

Sedangkan kucuran dari BGS, diperkirakan mengalir Mei 2021. Sebelum dikucurkan, pada April dilakukan persiapan.produksi meliputi uji coba proses penjernihan air, kualitas fisika kimia dan bakteriologi.

Kuota dari BGS sebanyak 1000 LPS, tetapi pengucurannya bertahap. Pertama Mei 2020 sebanyak 500 LPS, kemudian sisanya masing masing 250 LPS, dikucurkan tahun 2022 dan 2023.

“Air BGS sebagian untuk Kecamatan Manyar, Bungah dan kawasan pesisir kota. Sedangkan Kecamatan Sidayu dan sekitarnya, akan kita aliri tahun 2023 hingga 2025,” tambahnya.

Sedangkan sumber air berikutnya, yaitu dari Legundi memiliki kapasitas 550 LPS tetap untuk kawasan Kecamatan Driyorejo, Menganti, Kedamean, Wringinanom, Cerme serta sebagian Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang. (san)