Sarangan Tutup Kembali, Musda JRKI Pindah Lokasi

SURABAYAONLINE.CO – Baru dua pekan objek wisata Telaga Sarangan Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan dibuka, sejak Jumat (10/7/2020) sore ditutup kembali. Ini karena ada warga Plaosan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Perempuan korban paparan Virus Corona ini telah dilarikan ke Solo untuk proses penyembuhan, sementara suami dan anaknya sudah isolasi Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan.
Keterangan yang didapat SurabayaOnline.Co dari Humas dan Protokol Setdakab Magetan, menyusul kabar ada seorang warga Sarangan yang dinyatakan positif Covid-19, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan, Venly Tomy Nicholas usai melapor ke Bupati Magetan di rumah dinasnya, langsung memerintahkan penutupan objek wisata Telaga Sarangan.

Padahal, sejak sebulan lalu pengurus Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Wilayah Jawa Timur sudah menetapkan Red Hotel Sarangan menjadi lokasi Musyawarah Daerah (Musda) V JRKI Jawa Timur pada hari Sabtu-Minggu (11-12/7/2020).

“Karena sudah menjadi keputusan Bupati Magetan untuk menutup kembali Sarangan untuk kunjungan wisatawan dari luar daerah, ya dengan terpaksa kita cari hotel pengganti untuk lokasi musda,” ujar Plt Ketua JRKI Jawa Timur, Hadi Purwanto, Jumat (10/7) petang.
Lokasi Musda V JRKI Jawa Timur dipindahkan ke Harmada Rumah Makan Joglo Magetan, sedangkan tempat menginap peserta dan peninjau Musda pindah ke Hotel Bukit Bintang, Jalan Mayjen Sukowati 21 Magetan.

Jarak lokasi musda awal di Red Hotel Sarangan ke lokasi yang baru sekitar 20 kilometer.
Hadi menambahkan, warga dari luar Kecamatan Plaosan saja dilarang datang ke Sarangan, apalagi untuk peserta Musda JRKI yang datang dari berbagai kota/kabupaten se Jawa Timur.
Untuk itu Hadi Purwanto yang asal Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, mohon maaf kepada seluruh peserta Musda V JRKI.

“Negara kita sedang berjuang untuk menghadapi Wabah Virus Corona. Sebagai bagian bangsa Indonesia, pegiat Radio Komunitas di Jawa Timur harus menghormati sekaligus mengikuti kebijakan pemerintah daerah yang juga sedang bekerja mengendalikan penyebaran Covid-19,'” tambah Hadi.

Ia berharap, pemindahan lokasi musda tidak membuat peserta dan peninjau Musda JRKI kehilangan konsentrasi dalam mengikuti acara yang digelar sekali setiap 4 tahun ini.
“Panitia Pelaksana dan Panitia Pengarah Musda V JRKI sudah bekerja keras untuk mempersiapkan acara ini. Jadi sayang kalau hanya karena pindah lokasi saja, Musda lantas berjalan ala kadarnya,” ujar Purwanto.
Kabar pemindahan lokasi musda ini juga dibenarkan Sumali, Sekretaris JRKI Jawa Timur masa bhakti 2016 – 2020.

“Sudah positif pindah nih lokasi Musda V JRKI,” ujar pegiat Radio Komunitas (Rakom) Rajamuni FM Surabaya itu.

Sumali yang disebut-sebut jadi salah satu bakal calon Ketua JRKI Jawa Timur periode 2020-2024 sependapat dengan Hadi Purwanto. Bahwa JRKI Jawa Timur harus menghormati aturan yang sudah dikeluarkan Pemkab Magetan. “Ini untuk kepentingan kita semua terkait ancaman terpapar virus Corona,” ujar pria yang akrab dipanggil Cak Ali Rajamuni itu.
Tentu saja tidak mudah memindahkan lokasi musda hanya dalam hitungan jam. Untuk itu Hadi Purwanto dan Sumali mengapresiasi kerja keras tiga orang panitia Musda, yakni Supriyanto, Yuni dan Tuti Haryati, M.Pd.

Yuni menjelaskan, ada 5 tempat yang disurvei. Ada kamarnya tidak ada ruang pertemuannya. Ada kamar hotelnya, tempat pertemuan di hari pembukaan musda sudah di-booking orang lain.
“Pemilihan Harmada Rumah Makan Joglo untuk upacara pembukaan dan Hotel Bukit Bintang untuk tempat menginap adalah pilihan terbaik. Mau bagaimana lagi, meski terpaksa menambah budget musda,’ kata Yuni. (Yami Wahyono)