Polres Blitar Kota Dalami Kasus Overdosis Miras Oplosan yang Tewaskan Dua Orang

SURABAYAONLINE.CO-Lagi kasus tewasnya para pecandu Minuman Oplosan terjadi di wilayah Kabupaten Blitar, kali ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia, karena kasusnya masuk Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, kini peristiwa yang sempat menjadi perhatian masyarakat seiring dengan kondisi Pandemi Corona, kini di tangani oleh Satuan Reskrim Polres Blitar Kota.

Kapolres Blitar Kota AKBP.Leonard M Sinambela membenarkan tewasnya dua orang masing masing SR Warga Kec.Sanankulon dan Gun 41 warga Desa..Kec.Ponggok Kab.Blitar, kini pihak Polres Blitar Kota masih mendalami atas peristiwa tersebut, juga
masih meminta beberapa keterangan sejumlah saksi dalam kasus pesta miras oplosan yang berujung maut itu.

Masih menurut AKBP.Leonard pada Wartawan (Selasa 7/7) menjelaskan sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan, yaitu ada sekitar 5 orang di antaranya dua teman korban yang ikut pesta miras, istri korban, termasuk pemilik rumah yang dipakai acara musik elektone juga pemilik kafe di wilayah Kec.Nglegok.

“Memang korban sejak di lokasi pesta pada acara musik elektone di lingkungan Joko Kandung, Kelurahan Blitar, Kec.Sukorejo Kota Blitar di sana korban sudah menggelar pesta Miras yang di bawanya dan untuk di ketahui bahwa itu acara musik elektone keliling,” kata AKBP. Leonard M Sinambela di ruang Humas.

Perlu diketahui dua korban pesta miras yang meninggal dunia saat dalam perawatan di RS.Mardi Waluyo Kota Blitar yakni SR warga Kec.Sanankulon Kab.Blitar dan Gun,41 warga Desa Kec.Ponggok, masih menurut Kapokres Blitar Kota, awalnya yang datang terlebih dahulu di acara Elektone adalah SR dengan kondisi mabuk, tak lama berselang kemudian datang Gun juga kondisi yang sama dengan kondisi mabuk sambil membawa Botol yang berisi minuman yang sudah di Oplos, lalu SR dan Gun lakukan pesta miras lagi bersama dua orang teman lainya menggelar pesta miras di lokasi elektone.

Rupanya selesainya acara musik elektone, mereka melanjutkan pesta miras di sebuah kafe di wilayah Nglegok, Kabupaten Blitar malam itu juga sampai Minggu pagi (5/7).

“Mereka bersama teman temanya melanjutkan pesta miras di sebuah kafe di wilayah Nglegok hingga Minggu (5/7/2020) dini hari,” tambah Pamen Polisi yang Jago Bela diri ini.

Dikatakan juga, kini unit Reskrim masih mendalami kasus tersebut sekalian memeriksa kasus itu, sambil menunggu hasil otopsi terhadap janazah kedua korban untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Kediri bersama Inafis Polres Blitar Kota sudah melakukan otopsi terhadap dua jenazah korban, kami menunggu hasilnya.” terang AKBP.Leonard.

Sebelum meninggal dunia kedua korban di rawat di RS.Mardi Waluyo, yang sebelumnya di rawat di RS.Suhada Haji setelah keluarga kirban membawanya ke RS.Suhada Haji, oleh pihak RS
Duhada Haji ke duanya di Rujuk ke RS.Mardiwaluyo dan akhirnya meninggal dunia pada Senen (67/) malam.

Kapolres Blitar Kota dalam keteranganya menghrapkan dan menghimbau agar masarakat untuk menghentikan pesta yang di sertai kegiatan Minum minuman keras, apa lagi dalam suasana Pandemi Covid-19 ini.

“Kita terus gelar operasi penjualan Minum minuman keras apapun bentuknya termasuk Operasi cegah C 3, juga operasi kegiatan yang bersifat kerumunan warga masarakat, Covid-19 ini masih belum mereda, untuk itu saya minta kesadaran warga masarakat untuk patuhi Protokol kesehatan, sehingga tidak seperti kasus tewasnya dua orang, sekaligus menekan penyebaran Virus Covid-19.” Tegas AKBP.Leinard M Sinambela di damoingi Kasat Reskrim AKP.Ardhi Purboyo dan Kasubag Humas Iptu.Rochman.(Ari)