Pos Pantau Provinsi Jatim Dana Covid-19 Terima Laporan Penyunatan Jumlah Pembagian Beras

SURABAYAONLINE.CO-Laporan dugaan penyalahgunaan dana dan bantuan Covid-19 terus masuk ke Pos Pantau Provinsi Jatim Dana Covid-19. Kali ini menyangkut pembagian beras yang jumlah dikurangi. Beras yang sedianya dibagi untuk warga seberaat 10kg, mendadak dibongkar kembali dijadikan kemasan 5kg.

Adapun laporannya sbb:
Pengemasan beras yang awalnya 10 KG yang sudah dikemas dan di tempatkan di Gedung wanita, diambil kembali oleh dinsos yang bertempat di dekat Gedung Coventionhall surabaya.., data sementara yang masuk beras yang awalnya 10kg dibongkar kembali untuk di jadikan 5kg. Demikian isi laporan.

Sehari sebelumnya juga masuk laporan dari Kota Batu tentang pembagian yang tidak tepat sasaran. Mereka yang membutuhkannya tidak menerima bantuan, sedang yang sudah mapan malah dapat bantuan.

“Apa yang saya perkirakan benar-benar terjadi yaitu adanya penyelewengan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” papar Mariyadi SH MH, Ketua DPP GN-PK Jatim, Tim Sos Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam untuk wilayah Jatim.

“Saya akan ivestigasi, ini yang jelas sudah tidak transparan dan menimbulkan kecurigaan, untuk itu segera kami tindak lanjuti.

Tak lupa Mariyadi mengutip pesan Ketua DPN GNPK Bpk H Adi Warman SH MH MBA yang menjabat sebagai Pok Pemberantasan Pungli kemenkopolhukam serta menjabat sebagai koordinator Staf Ahli Wantimpres adapun pesan yang disampaikan:
diharap para pengurus dapat mendirikan POS PANTAU PROVINSI

Perlu di ingatkan lagi bahwa GNPK dengan Satgas Saber Pungli sudah ada MOU dan Pos Pantau ini tidak hanya mengawal saja, berdasarkan Pasal 8 dan 9 UU N0. 28 Tahun 1999 jo Pasal 41 UU N0. 31 Tahun 1999 jo Pasal 12 Perpres N0. 87 Tahun 2016.

Pos Pantau ini dapat melakukan peran penting, seperti puldata dan klarifikasi serta meneruskan ke KPK dan atau Satgas Saber Pungli dan tindakan hukum lainnya, termasuk melakukan gugatan ke Pengadilan, sebagaimana PO N0 : 02 Tahun 2004.

“Jadi sesuai arahan Pak Adi Warman, saya tekankan jangan main-main dengan dana Covid-19 baik yang melalui dana desa maupun yang asalnya dari dana Covid-19,” tegas Mariyadi seraya mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah berani melapor.(*)