SURABAYAONLINE.CO — Lagi-lagi kepalsuan ditunjukkan negeri jiran Singapura. Setelah sukses dengan air terjun palsu di dalam taman wisata hutan dunia Gardens By The Bay, kini Singapura memiliki kepalsuan baru: air terjun buatan manusia di dalam mall Jewel, dalam area Terminal 1 Bandara Internasional Changi.
Kepalsuan yang baru sebulan ditampilkan ini langsung sukses membuat banyak orang di dunia penasaran. Jutaan turis diperkirakan akan datang ke Singapura untuk melihat air terjun palsu setinggi 40 meter tersebut.
Kami pun ikut penasaran. Saya, istri Rufi Yenuartik, anak gadis, dan Ibu mertua yang begitu mendarat di T2 Changi tadi pagi, langsung njujuk ke sini. Dan benar saja, baru dibuka jam 9 pagi, sudah banyak turis yang berebut mengambil gambar dengan latar belakang air terjun yang kabarnya merupakan air terjun indoor tertinggi di dunia tersebut. Termasuk turis-turis Indonesia tentu saja. Hmmmm, Singapura. Kepalsuan barumu sukses membuat heboh dunia. Kita, bangsa Indonesia, sekarang lagi apa? Halloo. Entahlah, masak 270 juta rakyat Indonesia tidak ada yang bisa membuat kepalsuan semacam ini saja. Apalagi yang asli-asli, air terjun asli dan alami dan jauh lebih indah, ada di seantero negeri.
Sejujurnya, tidak ada yang istimewa dari Jewel. Biasa saja. Saya yang baru tadi pagi ke sini,
langsung bergumam “ngglethek ae ngono thok” atau artinya “ternyata begitu doang”. Kita bisa membuatnya. Bahkan bisa membuat yang lebih dahysat. Hanya perlu sedikit kreativitas, kalau kata Cak Lontong, hanya perlu sedikit “mikir”. Kita punya menteri pariwisata yang baru. Sebagai rakyat, jika diperkenankan saya ikut memberikan tugas, bagaimana caranya turis mancanegara yang datang melihat dua air terjun palsu di Singapura ini bisa beralih jadi ingin melihat ratusan air terjun asli yang jauh lebih indah yang ada di seluruh penjuru Nusantara. Mengutip jargon sahabat saya di Surabaya: yak opo Dulurs (bagaimana pendapat teman-teman)?
Selamat berakhir pekan buat teman-teman semua. Tulisan lebih panjang tentang Jewel ini, insyaAllah akan menjadi salah satu bab dalam buku “Pena di Atas Langit 2”. Salam. (tofan.mahdi@gmail.com)


