PT Pakuwon Jati Belum Bayar Lahan yang Kini Ditempati Hotel Sheraton

SURABAYAONLINE.CO-Kasus tanah memang menjadi masalah di Kota Surabaya. Ada klaim baru mengejutkan dari keluarga Abubakar Bajuber yang menyatakan bahwa tanah yang kini berdiri Hotel Sheraton di Jl Embong Malang No.25-31 itu belum membayar tanah yang didukinya.

“Saya nyatakan belum dibayar oleh PT Pakuwon Jati,” kata Abubakar Bajuber saat dikonfirmasi SURABAYAONLINE.CO Sabtu (30/1). Padahal, itu lahan milik kami,” jelasnya.

Menurutnya lahan seluas 1,8 hekatre itu ditempati oleh penghuni liar. Kemudian PT Pakuwon Jati mengusir mereka dan memberi pesangon. Setelah lahan kosong dibangunlah Hotel Sheraton.

“Jadi lahan yang sekarang ditempati hotel bintang lima itu belum dibayar, dan mereka (PT Pakuwon Jati-red) tahu kok,”paparnya. Karena itu ia kini akan menuntut haknya.

Hotel Sheraton.(IST)

Selain mengklaim bahwa lahan yang kini berdiri Hotel Sheraton di Kaliasin Pompa yang kini menjadi permukiman padat itu juga milik keluarga, juga lahan PDAM Surabaya di Jl Basuki Rahmat. Ia mengklaim punya bukti yang lengkap.

Khusus untuk gedung eks PDAM di Jl Basuki Rahmat yang belakangan juga terjadi saling klaim itu, menurutnya hanya sandiwara. “Wong saya punya bukti kepemilikan kok malah Pemkot berperkara dengan pihak-pihak yang tidak punya dasar kepemilikan.

Ia menjelaskan lahan eks PDAM di Jl Basuki Rahmat itu tanah Eigendom nomor 5221 dan 5222 atas nama Bouw Maatschappij Badjoeber. Tanah itu milik neneknya dengan bukti surat eigendom tertanggal 10 Maret 1941.

Kuasa hukum keluarga Bajuber, Mariyadi SH MH dihubungi SURABAYAONLINE.CO mengatakan bahwa ia akan meneliti kasus per kasusnya terlebih dahulu. “Akan saya teliti dan saya telaah terlebih dahulu, namun ia mengatakan bahwa banyak kasus-kasus soal pertanahan yang ada di Surabaya terutama berkait dengan tanah eigendom. Tunggu kelanjutan,” ujarnya.(*)