SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Sebelum mengucurkan Beasiswa Petro (Bestro) S1 maupun SMA/SMK, Petrokimia Gresik (PG), perusahaan solusi agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan seleksi yang sangat ketat bagi calon penerimanya.
Proses seleksi Bestro 2019 dilaksanakan bulan Agustus dan September, dengan menggunakan dua parameter utama. Yaitu kondisi ekonomi keluarga dan ring domisili (bobot 55 persen), serta prestasi akademik (bobot 45 persen).
Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum, Dwi Ary Purnomo, menegaskan awalnya terdapat 47 pendaftar Bestro SMA/SMK dan 16 orang pendaftar Bestro S1 yang berasal dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar.
“Namun, beberapa orang diantarnya dinyatakan tidak lolos karena tidak memenuhi paramter yang ditetapkan. Yaitu berasal dari keluarga yang mampu, atau memiliki nilai akademik di bawah paramter kita,” ujar Dwi Ary Purnomo.
Dalam perjanjian yang disepakati oleh penerima, ujar Dwi Ary, disebutkan Bestro S1 akan diberikan maksimal empat tahun atau hingga tahun 2023. Sedangkan Bestro SMA diberikan maksimal tiga tahun atau sampai tahun 2022.
Dwi berpesan kepada penerima Bestro, agar rajin berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, menghormati orang tua dan guru, serta serius dalam berusaha dan jangan gampang menyerah untuk meraih kemajuan.
Mahasiswa penerima Bestro S1 2019 merupakan angkatan ke-7 terhitung sejak Bestro diluncurkan pada tahun 2012. Total mahasiswa S1 penerima Bestro hingga 2019 sebanyak 106 orang. Sedangkan penerima Bestro SMA/SMK 2019 adalah angkatan ke-6, dengan total 197 penerima hingga tahun 2019. (san)


