SURABAYAONLINE.CO – PT Smelting menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas kontribusinya dalam mendukung pelestarian ekosistem mangrove dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Gresik.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Direktur PT Smelting, Harry Pancasakti, dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 yang berlangsung di Bee Jay Bakau Resort, Probolinggo.
Festival Mangrove tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Mengusung tema “Mangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan ini diisi dengan penanaman 8.100 batang bibit mangrove yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kehutanan.
Jawa Timur diketahui menjadi salah satu provinsi dengan kawasan mangrove terluas di Pulau Jawa, mencakup hampir 50 persen dari total kawasan mangrove di pulau tersebut.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mendorong sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat, termasuk generasi muda terus memperkuat rehabilitasi mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir,” ungkap Khofifah.
Festival Mangrove Jawa Timur tersebut juga mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan Festival Mangrove secara seri terbanyak dalam kurun waktu lima tahun.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PT Smelting turut berpartisipasi melalui pameran yang menampilkan berbagai inovasi dan perjalanan program konservasi mangrove yang telah dijalankan perusahaan di Kabupaten Gresik.
Direktur PT Smelting Harry Pancasakti menjelaskan, salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengurangan penggunaan sampah polybag dalam proses pembibitan mangrove dengan menggantinya menggunakan daun pisang.
Selain itu, perusahaan mengembangkan pemberdayaan UMKM melalui produk olahan mangrove serta menginisiasi ekowisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
“Kami sharing tentang inovasi yang telah dilakukan untuk pengurangan sampah polybag dengan menggantinya menjadi daun pisang. Kami juga melakukan pemberdayaan UMKM untuk produk olahan mangrove dan menginisiasi ekowisata untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas Harry.
PT Smelting memulai program konservasi mangrove sejak 2014 di wilayah Ujung Pangkah, Desa Pangkah Kulon, Kabupaten Gresik. Pada 2026, perusahaan mulai mereplikasi program tersebut di wilayah Randuboto dengan komitmen penanaman 30.000 pohon mangrove selama tiga tahun.
Hingga 2026, total mangrove yang telah ditanam PT Smelting mencapai 87.800 pohon. Program tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai fasilitas pendukung dan pemberdayaan masyarakat.
Di antaranya melalui bantuan kapal dan jalur tracking untuk mendukung ekowisata, pembangunan greenhouse dan sekolah mangrove sebagai sarana pendidikan lingkungan, serta pengembangan kafe apung untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Upaya ini juga sejalan dengan pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru di Jawa Timur.
Harry mengatakan, penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperluas dampak positif program konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Apresiasi dari Ibu Gubernur memacu kami untuk terus memperluas dampak positif terhadap lingkungan, sejalan dengan komitmen kami untuk selalu tumbuh bersama masyarakat, memberdayakan komunitas, dan merawat bumi demi generasi mendatang,” tegasnya.


