SURABAYAONLINE.CO – Program Desa Berdaya yang dikembangkan di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui program yang mendapat dukungan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut, Desa Pabean menghadirkan ikon tematik baru bertajuk Pabean Park and Culinary. Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus ruang usaha bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran produk.
Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Timur, Gorby Martapura, mengatakan Desa Pabean menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Probolinggo yang menerima bantuan BKK Program Desa Berdaya dari Pemprov Jatim pada 2026.
“Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Tahun 2026 bahwa Desa Pabean menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Probolinggo yang menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Desa Berdaya dari Pemprov Jatim,” kata Gorby dalam keterangannya di Kabupaten Probolinggo, Rabu (14/10/2026).
Menurut Gorby, Program Desa Berdaya merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat status desa mandiri dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya lokal.
Program tersebut mendorong desa mengembangkan inovasi serta membangun identitas tematik yang mampu menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo, Munaris, menjelaskan pengembangan Pabean Park and Culinary dilakukan melalui pembangunan sejumlah fasilitas secara bertahap.
Fasilitas tersebut meliputi jogging track, tempat kegiatan UMKM, lapangan voli, area bermain anak, serta lapangan mini soccer.
Berbagai sarana itu diharapkan menjadi pusat keramaian baru yang dapat meningkatkan aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi warga setempat.
“Sejumlah fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pusat keramaian baru di Desa Pabean,” kata Munaris.
Ia menjelaskan, Desa Pabean selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Desa tersebut memiliki fasilitas pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi.
Keberadaan fasilitas pendidikan tersebut dinilai menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung pengembangan aktivitas ekonomi di kawasan Pabean Park and Culinary.
Dengan hadirnya ikon tematik baru, masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut diharapkan dapat turut menggerakkan usaha lokal, termasuk kuliner dan produk UMKM.
“Dengan adanya ikon tematik baru, Desa Pabean diharapkan mampu mengembangkan aktivitas ekonomi yang terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan peluang usaha lokal,” ujarnya.
Munaris menegaskan, pembangunan sarana, prasarana, dan infrastruktur melalui Program Desa Berdaya merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mendukung pengembangan potensi desa.
Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Desa Pabean sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Probolinggo SAE.
Namun, menurut Munaris, pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan pengelolaan kawasan yang berkelanjutan agar fasilitas yang tersedia dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Pemerintah desa bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan mampu menyusun model usaha yang sesuai dengan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat.
Pengelolaan yang tepat juga berpeluang membuka sumber pendapatan baru bagi desa melalui aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Munaris berharap keberadaan Pabean Park and Culinary dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), terutama di tengah tuntutan bagi pemerintah desa untuk semakin inovatif dalam mengembangkan sumber pendapatan seiring berkurangnya alokasi Dana Desa.


