SURABAYAONLINE.CO, Magetan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin ziarah dan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional sekaligus Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario (RMTA) Soerjo, di Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Selasa (6/10).
Ziarah ini merupakan tradisi yang rutin digelar menjelang peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. Dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 ini, ziarah menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa RMTA Soerjo sekaligus meneladani perjuangan, pengabdian, dan kepemimpinannya. Suasana khidmat mewarnai rangkaian prosesi penghormatan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, hingga tabur bunga.
Gubernur Khofifah didampingi Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiati bersama jajaran forkopimda provinsi dan Kabupaten Magetan, OPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan para peserta ziarah turut mendoakan RMTA Soerjo serta mengenang perjuangan dan pengabdiannya bagi bangsa dan Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa ziarah ke makam RMTA Soerjo bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu.
“Hari ini dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, kami melakukan ziarah ke Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah mendahului kita semua,” kata Gubernur Khofifah.
RMTA Soerjo merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah Jawa Timur. Ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur pada periode 1945–1948 dan dikenal sebagai tokoh yang turut berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, RMTA Soerjo juga pernah menjabat sebagai bupati Magetan pada 1938–1943 dan residen Bojonegoro pada 1943–1945.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa RMTA Soerjo memiliki kepemimpinan yang kuat. Keteguhannya menjadi teladan penting, terutama dalam situasi yang membutuhkan keberanian mengambil keputusan demi mempertahankan kemerdekaan.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menilai keberanian RMTA Soerjo dalam menghadapi situasi pascaproklamasi merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Jadi kalau saat itu tentara Inggris datang, dan Bung Karno menyerahkan kepada RMTA Soerjo pada saat itu, untuk mengambil keputusan, itu bukan sesuatu yang sederhana,” tuturnya.(*)


