SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam mewujudkan Jawa Timur yang unggul, maju dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim Lilik Pudjiastuti dalam konferensi pers Teras Informasi Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Kantor Kominfo Jatim, Selasa (6/10).
Ia menjelaskan, tema Hari Jadi ke-81 Jatim tahun ini adalah Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan. Tema tersebut menggambarkan upaya Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas sekaligus mempertahankan berbagai keunggulan yang telah dimiliki.
Lilik mengatakan, rangkaian Hari Jadi ke-81 Jatim telah dimulai sejak 2 Oktober 2026 melalui kick off. Selanjutnya, pada 5 Oktober dilaksanakan ziarah ke makam proklamator, Gubernur pertama Jawa Timur dan Gubernur Suryo. “Pasti diawali dengan ziarah dulu ke proklamator dan gubernur pertama serta Gubernur Suryo,” katanya.
Rangkaian berikutnya pada 7 Oktober berupa kegiatan selawat. Kemudian pada 8 Oktober digelar pemeriksaan kendaraan bermotor gratis di 38 kabupaten-kota. Pada 10 Oktober, Pemprov Jatim juga menjadwalkan pengundian umrah bagi wajib pajak.
Selanjutnya, 11 Oktober dilaksanakan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis bagi guru TK, RA, PAUD dan TPQ. “Ini sebagai bentuk keunggulan anak-anak kita, peserta didik di bidang mekanik yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Puncak Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur akan dilaksanakan pada 12 Oktober melalui upacara peringatan Hari Jadi. Pada siang harinya dilanjutkan dengan rapat paripurna istimewa di DPRD Jatim.
Selanjutnya, 13-14 Oktober digelar bakti sosial di Slopeng. Kegiatan tersebut meliputi pemberian bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan lansia, pemeriksaan gigi, khitanan massal serta pembagian sembako.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Jatim, Afif Amrullah, mengatakan program kacamata gratis bagi guru TK, RA dan TPQ mendapat antusiasme tinggi. Menurutnya, pendaftaran program tersebut telah dibuka dan kuota sebanyak 1.000 peserta telah terpenuhi.
“Proses pendaftaran sudah kami lakukan tiga hari yang lalu dan sudah terpenuhi 1.000 kuota. Kemudian sudah kami screening juga syarat dan ketentuannya karena memang harus sesuai dengan apa yang sudah kami rencanakan,” kata Afif.
Para peserta yang telah terdaftar akan diundang ke Islamic Center pada 11 Oktober untuk menjalani pemeriksaan mata oleh tenaga medis yang memiliki keahlian di bidang optik. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar pembuatan kacamata sesuai kondisi mata masing-masing peserta.(*)


