SURABAYAONLINE.CO – Sebanyak 280 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah ring satu PT Bungah Industrial Park (BIP) mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas untuk menghadapi persaingan usaha.
Program bertajuk “Peningkatan Kapasitas UMKM dalam Menghadapi Persaingan Usaha” tersebut digelar selama satu bulan dengan empat kali pertemuan. Pelatihan melibatkan akademisi sebagai fasilitator untuk memberikan pendampingan dan pembekalan kepada peserta.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan secara bergiliran di tiga desa. Kegiatan diawali di Desa Melirang pada Kamis (10/9/2026), dilanjutkan di Desa Bungah pada Jumat (11/9/2026), dan Desa Masangan pada Sabtu (12/9/2026).
Materi pelatihan tidak hanya membahas pemasaran, tetapi juga mencakup administrasi dan legalitas usaha, pemasaran digital, pengelolaan keuangan dan perpajakan, serta peluang pasar UMKM.
Salah satu materi awal mengenai administrasi dan legalitas usaha disampaikan Dr. Niswatun Hasanah, M.A., dosen Universitas Qomaruddin Bungah.
Niswatun menjelaskan pentingnya legalitas bagi pelaku usaha, termasuk kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan domisili usaha.
Peserta juga mendapat pemahaman mengenai pendaftaran usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS), termasuk menentukan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sesuai jenis usaha dan memahami tingkat risiko usaha.
Bagi pelaku UMKM sektor makanan dan minuman, peserta juga didorong melengkapi produk dengan sertifikat halal. Legalitas dan sertifikasi produk dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang pemasaran.
Selain administrasi dan legalitas, tiga materi lainnya diberikan dalam rangkaian pelatihan. Dr. M. Jamaluddin, M.Pd., memberikan materi Digital Marketing & Branding, Dr. Kurnia Cahya Lestari, M.Ak., membawakan Financial Management & Perpajakan UMKM, sedangkan Dr. Narto memberikan materi mengenai peluang pasar UMKM.
Comdev PT BIP Lulu mengatakan, program pengembangan masyarakat tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membantu warga menemukan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Program Pengembangan Masyarakat merupakan sebuah program yang diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk berkembang dan menemukan potensi dari dalam diri. Potensi seseorang biasanya baru disadari setelah berkumpul dan belajar bersama,” ujar Lulu.
Ia berharap setelah rangkaian pelatihan Literasi Finansial dan Digitalisasi UMKM selesai, peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha masing-masing.
Lulu juga mendorong peserta membagikan pengetahuan yang didapat kepada generasi berikutnya dan pelaku usaha lainnya.
Sementara itu, Manager Project PT Bungah Industrial Park Antonius Teguh Wisnu mengatakan, perusahaan memandang program pelatihan tersebut bukan sekadar bantuan sosial bagi masyarakat sekitar.
“Perusahaan memandang program pelatihan bukan sekadar bentuk bantuan sosial, melainkan investasi strategis untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional,” kata Antonius.
Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan lembaga pendamping menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan usaha.
Melalui program tersebut, PT BIP berharap pelaku UMKM di tiga desa sekitar kawasan operasional semakin siap menghadapi persaingan usaha, baik melalui pola bisnis konvensional maupun pemanfaatan teknologi digital.
Pengetahuan yang diperoleh peserta juga diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha dan ditularkan kepada pelaku UMKM lainnya. Dengan demikian, program pemberdayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.


