SURABAYAONLINE.CO – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di wilayah lingkar tambang emas Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, turut memberikan dampak terhadap pengembangan ekonomi masyarakat sekitar.
Salah satu manfaat tersebut dirasakan kelompok perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam UMKM Center Kelompok Binaan PT BSI.
Di bawah pendampingan perusahaan yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, para pelaku UMKM terus mengembangkan produk dan memperluas akses pasar.
Dukungan terbaru diberikan melalui fasilitasi keikutsertaan pelaku UMKM dalam Expo Pesanggaran di Lapangan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran. Pameran tersebut berlangsung pada 28 Agustus hingga 1 September 2026.
Ketua UMKM Center Kelompok Binaan PT BSI, Zaenap Alfiah, mengapresiasi dukungan perusahaan terhadap kegiatan UMKM lokal.
Menurutnya, kegiatan pameran dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku usaha.
“Kalau ada event, perputaran uang kan berjalan terus,” ujar Zaenap di sela-sela Expo Pesanggaran, Senin (31/8/2026).
UMKM Center Kelompok Binaan PT BSI mengembangkan berbagai produk olahan kreatif berbasis potensi lokal. Komoditas pertanian dan perikanan menjadi salah satu sumber bahan baku produk yang dikembangkan para pelaku UMKM.
Salah satu produk unggulan adalah olahan buah naga.
Pemilihan buah naga tidak terlepas dari karakteristik Kecamatan Pesanggaran yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian buah naga di Banyuwangi.
Melalui pengolahan kreatif, buah naga segar dikembangkan menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dukungan PT BSI juga terlihat dari kehadiran stan UMKM dalam Expo Pesanggaran. Pengunjung yang datang ke stan PT BSI mendapatkan suguhan kopi gratis selama pameran berlangsung.
Pada saat pembukaan, pengunjung juga berkesempatan memperoleh suvenir berupa dodol buah naga secara gratis.
Saat ini, UMKM Center Kelompok Binaan PT BSI telah merangkul sekitar 270 pelaku UMKM.
Program pembinaan yang dilakukan perusahaan diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar.
Pendampingan dilakukan dari sisi hulu hingga hilir. Program tersebut antara lain berupa pelatihan berkala, fasilitasi legalitas dan perizinan usaha, termasuk PIRT dan sertifikasi halal.
PT BSI juga menyediakan tempat berjualan yang strategis serta membantu membuka akses pasar melalui fasilitasi keikutsertaan UMKM dalam berbagai pameran.
Untuk mendorong produk UMKM binaan masuk ke pasar yang lebih luas, para pelaku usaha juga mendapatkan pembekalan mengenai Standard Operating Procedure (SOP).
Standardisasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas kemasan, mutu produk, dan higienitas agar produk UMKM mampu memenuhi persyaratan jaringan toko modern maupun ritel berjejaring nasional.
Zaenap berharap kegiatan yang melibatkan UMKM lokal dapat terus diperbanyak sehingga memberikan ruang pemasaran sekaligus menjaga perputaran ekonomi masyarakat di wilayah Pesanggaran.
Reporter: A. Arif
Editor: Moch. Ali Topan


