SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2026 di Surabaya menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan hunian layak yang terjangkau dan sesuai kebutuhan masyarakat. Mengusung tema Hunian Layak untuk Semua: Menjembatani Kesenjangan antara Kebutuhan, Keterjangkauan, dan Ketersediaan, rangkaian kegiatan digelar di Surabaya Expo Center (SUBEC), eks Hi-Tech Mall (THR), Sabtu (29/8).
Hapernas 2026 dikemas dengan berbagai kegiatan yang mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas, pengembang, hingga masyarakat. Salah satunya talkshow yang membahas tantangan penyediaan hunian layak di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Deisy Puspitarini mengatakan, Hapernas di Surabaya telah memasuki tahun keempat. Setiap pelaksanaannya, Pemkot Surabaya berupaya menghadirkan gagasan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi warga.
“Tahun ini kami mengangkat tema hunian layak untuk semua. Harapannya, kegiatan Hapernas tidak hanya menjadi ajang lomba atau sayembara, tetapi juga menghasilkan gagasan yang bisa diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat,” ujar Deisy yang juga menjabat sebagai kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DPRKPP Surabaya.
Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Dandan Kampung yang merupakan tindak lanjut dari Hapernas tahun sebelumnya. Saat itu, Pemkot Surabaya melibatkan mahasiswa untuk merancang penataan sejumlah kampung. Tahun ini, rancangan tersebut mulai direalisasikan di Kampung Pecinan dan Kampung Maspati.
Selain penataan kampung, Hapernas 2026 turut membuka ruang bagi gagasan baru melalui sayembara desain micro living yang mencakup kategori rumah tapak dan rumah susun. Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk menawarkan konsep hunian yang mampu menjawab keterbatasan ruang sekaligus tetap memperhatikan kenyamanan dan kebutuhan penghuninya.
Kreativitas juga hadir melalui kompetisi fotografi nasional. Sebanyak 20 karya terbaik dari masing-masing kompetisi dipamerkan dalam rangkaian puncak Hapernas 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan penjurian terbuka dan presentasi lima besar sayembara desain micro living, sebelum ditutup dengan pemberian penghargaan bagi para pemenang.
Menurut Deisy, keterlibatan berbagai pihak menjadi salah satu pembeda Hapernas 2026 dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika tahun lalu kegiatan lebih banyak berfokus pada lomba fotografi dan sketsa, tahun ini cakupan kolaborasi diperluas. Bahkan, kompetisi yang digelar mampu menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia.(*)


