SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Pelaku pembobolan website milik sekolah, universitas, dan pemerintahan berhasil dibekuk Ditressiber Polda Jatim. Pihak Siber Polda Jatim masih melakukan penangkapan kepada satu pelaku Adjani Ardhian Kusuma (AAK) asal Demak, Jawa Tengah . Website milik beberapa sekolah, universitas, dan pemerintahan, disusupi atau diretas menjadi website perjudian online.
Pihak Ditressiber Polda Jatim menggelar jumpa pers pada Kamis (30/6) atas pengungkapan kasus ini. Jumpa pers ini dihadiri Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, Dirressiber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto dan Wadiressiber Polda Jatim AKBP Daniel Marunduri.
Kombes Pol Bimo Ariyanto memberikan keterangan bahwa hasil penangkapan bermula dari kecurigaan website yang dimiliki Universitas PGRI Madiun. Dalam website tersebut saat dilakukan pemeriksaan dalam tampilannya keluar bertuliskan penawaran judi online. Penangkapan kepada pelaku AKK dilakukan pada Selasa (21/7) lalu.
“Peretasan yang dilakukan oleh pelaku dengan cara masuk ke website sekolah dan universitas. Pelaku menargetkan website sekolah karena para pengikut dirasa cukup banyak sehingga bisa mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan website yang diretasnya,” ujarnya, Kamis (30/7).
Aksi peretasan oleh AKK ternyata sudah dilakukan sejak tahun 2023, dengan beberapa jumlah korban pemilik website. Di antaranya website milik Provinsi Jawa Timur, MA Babussalam Jombang, SMKN 1 Ngawi, dan Universitas PGRI Madiun. Kemudian, 32 website milik sekolah di Jawa Tengah, dan 39 website sekolah di Jawa Barat, 5 website pemerintahan Jawa Barat.
Selain itu, 1 website Provinsi Banten, 1 website Daerah Istimewa Jogjakarta, Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 5 website sekolah dan 7 website pemerintahan. Provinsi Lampung sebanyak 1 website sekolah dan 1 website pemerintah, Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 1 universitas.
Kemudian, Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 2 website universitas, Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 1 website universitas. Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 2 website sekolah, Provinsi Papua Barat sebanyak 1 sekolah. Sehingga jumlah total keseluruhan terdapat 80 website sekolah, 20 website universitas, 13 website pemerintahan, dan 147 website milik swasta dalam negeri yang telah diretas dan dijual oleh tersangka.
Selama aksi peretasan mengakibatkan website mengalami gangguan data lalulintas internet (network traffic). Setelah data lalulintas internet (network traffic) diretas, tersangka AAK kemudian menjual data tersebut berupa akses ke dalam forum jual beli. Penjualan website retasan tersebut diperuntukkan untuk menaikkan rating website bermuatan perjudian.
Website dijual oleh Ardhian ke sejumlah grup di Facebook dan Telegram mulai harga Rp100.000- 300.000, sehingga keuntungan selama 1 bulan berkisar Rp 15 juta. Pelaku sudah melakukan aksi penjualan website retasan sejak tahun 2023, sehingga keuntungan yang diperoleh selama 3 tahun sebanyak Rp 300 juta.
Sementara itu, Bambang Eko Nugroho (46) dari Biro Hukum Universitas PGRI Madiun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ditressiber Polda Jatim atas tertangkapnya pelaku. “Kami ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Ditressiber Polda Jatim, yang telah berhasil melakukan penangkapan kepada tersangka. Itu sangat membantu kami dan korban lain,” terangnya.(*)


