SURABAYAONLINE.CO – Medan, Sumatra Utara, akan dijadikan pilot project pembangunan kota pintar atau smart city  di  Indonesia. Bersama dengan Batang (Jawa Tengah) dan Walini (Jawa Barat), peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan pada bulan Desember 2026, seperti dilaporkan Kompas.com.

Pembangunan smart city merupakan proyek bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik  Negara (BP BUMN) dengan Danantara Indonesia, dimana direncanakan akan dibangun 12 kota pintar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan bahwa persiapan pembangunan smart city harus dilakukan secara bersamaan, mulai ketersediaan lahan hingga penyusunan master plan, dengan melibatkan para ahli dibidangnya, termasuk perencana kota dari luar negeri.

“Setiap project itu nanti ada struktur project-nya karena investment-nya kan gede dan itu project bukanbangun hotel (tapi) bangun kota. Makanya yang di atas ini expert-expert, yang di bawah itu nanti organisasinya yang eksekutornya yang kuat-kuat juga,” tegas Donny di Instagram resmi BP BUMN.

“Kita harus menjadi ikonnya Indonesia apapun yang kita kerjain, makanya kita  kerjain dengan benar, master plan-nya benar, arsiteknya benar. Jadi  kita akan hire nanti master planner-nya yang internasional,” tambahnya.

Dirancang secara terintegrasi dan modern, 12 smart city ini akan didukung infrastruktur perkotaan yang tertata rapi serta beragam fasilitas utama, seperti hunian, universitas, rumah sakit, hingga pusat perbelanjaan.

Semenatara itu dilaporkan Danantara tengah mengidentifikasi potensi pengembangan di wilayah  lainnya, termasuk Tuban (Jawa Timur) dan Subang (Jawa Barat). (RM)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version