Oleh: Gatot Sundoro
SURABAYAONLINE.CO – Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam, diperintahkan oleh ALLOH SWT pertama kali adalah bacalah ‘iqra’ (ilmu) bukan bacalah ‘harta’ kenapa?
Harta bisa berkurang bila dibelanjakan, ilmu akan bertambah bila dibagikan.
Harta bisa hilang jika dicuri, ilmu tidak bisa dicuri, ilmu bisa menjaga kita.
Dari Sa’ad bin Abi Waqqas, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:” Keutamaan ilmu lebih aku cintai daripada Keutamaan ibadah.” (HR. Thabrani dan Al Hakim).
Sesungguhnya Islam adalah agama ilmu. Perintah kepada Nabi Muhammad Saw dengan wahyu yang pertama kali turun adalah ‘iqra’ (bacalah). Jadi perintah ALLOH untuk belajar hadir sebelum perintah memberi peringatan dan berdakwah.
Dengan ilmu, ALLOH dikenal dan disembah, dipuji dan dimuliakan. Dengan ilmu, manusia beriman akan tahu saat menerima hidayah, menerima petunjuk, mengetahui syariat syariat dan hukum hukum mana yang halal dan haram. Dengan ilmu hal hal yang di ridhai sang Maha Pencipta dapat diketahui, dan dengan ilmu tujuan akhir kehidupan manusia dapat digapai, ada pilihan yaitu Surga atau Neraka.
Oleh karena itu, maka ALLOH dan Rasul-NYA memerintahkan untuk mencari ilmu.
ALLOH berfirman:” Tidak sepatutnya bagi orang orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaum mereka, apabila mereka telah kembali kepada mereka, agar mereka waspada (terhadap hukuman ALLOH) (At- Taubah :122)
Dan Nabi Saw bersabda:” Mencari ilmu itu diwajibkan bagi setiap muslim.” (HR. Thabrani)
ALLOH akan mengangkat derajat orang orang yang berilmu diatas orang orang beriman pada umumnya, sebagaimana yang diabadikan dalam firman-NYA dalam surat Mujadilah:11:” Niscaya ALLOH akan mengangkat (derajat) orang orang yang beriman di antara kalian dan orang orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Oleh karena itu kedudukan dan derajat para ulama itu tinggi dihadapan ALLOH, maka dengan itu, ALLOH menyatakan tentang keesaan-NYA, sebagaimana friman-NYA:” ALLOH bersaksi (menyatakan) bahwa tidak ada TUHAN yang berhak disembah kecuali DIA; sebagai YANG menegakkan keadilan, dan para malaikat serta orang orang yang berilmu (juga bersaksi demikian). Tidak ada TUHAN yang berhak disembah kecuali DIA, Yang Maha perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ali Imran: 18)
Dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’, ayat 162, ALLOH SWT juga menjanjikan memberi pahala yang besar kepada orang orang yang berilmu.
Adapun hadits hadits Rasulullah Saw yang menganjurkan mencari ilmu dan menerangkan serta mulianya orang orang yang berilmu sangat banyak, diantaranya adalah:
– Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah Saw bersabda:” Tidak boleh hasad (iri), kecuali pada dua hal: Seorang laki laki yang diberi harta oleh ALLOH, kemudian harta itu dihabiskannya untuk kebaikan, dan seorang laki laki yang diberi ilmu oleh ALLOH, kemudian dia mengamalkannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah).
– Dari Abu Hurairah, dia berkata, saya mendengar Rasulullah Saw bersabda:” Ingatlah bahwa dunia itu dilaknat, dan dilaknat pula apa apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikrullah dan apa apa yang dicintai ALLOH, serta orang yang berilmu atau belajar ilmu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
– Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah Saw bersabda:” Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat, dan ceritakanlah tentang Bani Israil, dan itu tidak berdosa, barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka (bersiaplah untuk) menempati tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari dan Tirmidzi).
– Dari Utsman, Nabi Saw bersabda:” Sebaik baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
– Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda:” Apabila seorang manusia telah meninggal dunia, niscaya terputuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak Sholeh yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i)
Menyibukkan diri dengan mencari ilmu adalah lebih dicintai oleh ALLOH daripada menyibukkan diri dengan ibadah sunnah. Sungguh seseorang duduk demi mempelajari ilmu, menghafal dan mengajarkannya kepada orang lain adalah lebih dicintai oleh ALLOH daripada dia sholat atau puasa.
Nabi Saw pernah bersabda:” Ilmu yang bersifat sunnah, lebih aku sukai dari pada ibadah sunnah.”
Apa apa yang dicintai oleh Rasulullah Saw pasti dicintai oleh ALLOH SWT, bahkan yang dicintai oleh Rasulullah Saw, sudah lebih dahulu dicintai oleh ALLOH, sebab beliau tidak mencintai sesuatu kecuali yang dicintai oleh ALLOH SWT.
ALLOH SWT sangat memuliakan dan mencintai orang orang yang berilmu.
Keutamaan tersebut mencakup diangkatnya derajat orang orang berilmu; dimudahkannya jalan menuju Surga, serta didoakan oleh penghuni langit dan bumi.
Keutamaan yang paling utama bagi orang orang yang berilmu lebih dicintai oleh ALLOH SWT yaitu:
1. Ilmu adalah cahaya.
Orang berilmu akan tahu mana yang benar dan mana yang salah. Tanpa ilmu, orang beramal tapi salah arah, seperti jalan gelap tanpa cahaya.
2. Ilmu mengangkat derajat lebih tinggi.
Orang yang hartanya banyak belum tentu mulia, namun orang berilmu umumnya dimuliakan.
3. Ilmu yang bermanfaat, pahalanya tidak pernah berhenti.
Sesuai sabda Nabi Saw, jika manusia meninggal dunia, semua amalannya akan terputus, kecuali ilmunya yang dimanfaatkan generasi setelahnya.
4. Ilmu dapat terhindarkan dari fitnah yang keji.
Di jaman sekarang, di era digital ini banyak dijumpai ajaran sesat, penipuan, berita hoax. Hanya orang berilmu yang dapat membedakan kebenaran yang hakiki.
5. Ilmu menjadikan salah satu ibadah lebih berkualitas.
Orang yang mengamalkan ibadah hanya sekedar ikut ikutan berbeda sekali dengan ibadah orang berilmu.
Berwudhu, Sholat, puasa, zakat, haji dan amalan shaleh; semuanya butuh ilmu agar aktivitasnya sah dan dapat diterima oleh ALLOH SWT.


