SURABAYAONLINE.CO – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) meraih penghargaan Silver kategori Sustainable Renewable Energy Initiative of the Year dalam ajang Asian Power Awards 2026 di InterContinental Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15 Oktober 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan PLN NP mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) melalui penerapan Nusantara Control Center (NuCC) berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Unit Pembangkitan (UP) Brantas, Jawa Timur.

Inovasi ini memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan keandalan pembangkit tanpa harus membangun pembangkit baru. Teknologi digital tersebut juga mendukung optimalisasi aset energi terbarukan yang telah beroperasi selama puluhan tahun.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan optimalisasi aset yang telah dimiliki merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam mendukung transisi energi.

“Transisi energi membutuhkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada penambahan kapasitas, tetapi juga pada bagaimana kita memaksimalkan potensi energi bersih yang sudah tersedia. Melalui teknologi digital dan AI, PLN Nusantara Power terus meningkatkan efisiensi, menjaga keandalan pembangkit, serta mengoptimalkan manfaat aset yang kami kelola bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Ruly.

Di Jawa Timur, UP Brantas mengelola 13 PLTA yang terdiri atas 28 unit pembangkit dengan total kapasitas terpasang mencapai 291,54 megawatt (MW).

Sebagian pembangkit tersebut telah beroperasi selama empat hingga lima dekade. Kondisi ini menghadirkan tantangan dalam pengelolaan peralatan, pemeliharaan, dan ketersediaan suku cadang.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, PLN NP menerapkan NuCC yang mengintegrasikan pemantauan dan pengoperasian pembangkit dengan analisis data, teknologi Internet of Things (IoT), serta sistem pemeliharaan prediktif.

Sistem tersebut didukung HydroOpt untuk mengoptimalkan pemanfaatan air dan HydroBot yang membantu operator mengenali kondisi pembangkit serta mengambil keputusan operasional secara lebih cepat dan tepat.

Penerapan teknologi ini membantu tim operasional mengantisipasi potensi gangguan, mengurangi waktu henti pembangkit, dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Sepanjang 2025, UP Brantas mencatat Equivalent Availability Factor (EAF) sebesar 98,12 persen dan Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) sebesar 0,03 persen. Pada periode yang sama, biaya operasi dan pemeliharaan berhasil ditekan sekitar 66 persen.

Selain meningkatkan efisiensi operasional, optimalisasi PLTA Brantas juga memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.

Sepanjang 2025, PLTA yang dikelola UP Brantas menghasilkan sekitar 1.480 gigawatt-jam (GWh) energi bersih. Produksi tersebut berkontribusi pada penghindaran emisi sekitar 1,42 juta ton karbon dioksida (CO₂) per tahun.

Optimalisasi pemanfaatan air, termasuk dengan dukungan teknologi modifikasi cuaca, turut menjadi bagian dari upaya menjaga produksi listrik dari sumber energi terbarukan.

Ke depan, PLN Nusantara Power berupaya memperluas penerapan teknologi digital ke berbagai aset PLTA lainnya di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai aset, memperkuat keandalan pasokan listrik, dan memperluas peluang efisiensi di seluruh portofolio pembangkitan perusahaan.

Melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, PLN Nusantara Power mendorong pengelolaan energi terbarukan yang lebih efisien dan andal sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan keberlanjutan lingkungan.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version